"Anak-anak kita tidak libur, tapi untuk sementara belajarnya pindah ke rumah".
Itu pesan terakhirku di akhir sekolah menjelang libur sekolah akibat mewabahnya covid-19.
Libur 14 hari ini beda dari kebanyakan libur lainnya. Biasanya kalau udah dengar kata libur maka rasanya senang sekali. Tapi tidak untuk kali ini. Libur panjang kali ini seiring dengan rasa was was dan mawas diri. Tetap stay di rumah, dan selalu berusaha jaga jarak.
Ya ini libur bukan liburan...
Semoga musibah ini cepat berlalu.
Video bagus di tonton
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213253914302830&id=1845918212
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213253846541136&id=1845918212
Senin, 23 Maret 2020
Corona
Corona/covid 19, namanya yg cantik namun tak secantik namanya. Nama virus yg mengguncang seluruh dunia. Virus menular yg sangat ramah, namun ditakutkan.
Pertengahan Pebruari 2020...
Iya, bulan dimana virus ini mulai menjadi trending topik. Aku tak menyangka akan menjadi seperti ini...
Ya Allah, apakah ini ujian untuk umatmu yg selama ini yg saling mendzolimi ciptaanMu.
Astaghfirullah...
Semoga bencana ini cepat berlalu...
Menjelang bulan Ramadhan Allah memberikan teguran melalui virus ini.
Betapa pentingnya menjaga kebersihan, menaati aturan, dan saling menjaga.
Mungkin sebagian orang menganggap sepele, sebagian orang panik, sebagian orang lagi pasrah, sebagian lagi siap siaga. Termasuk golongan manakah kita... ?
Namun jangan menganggap sepele.
Atau ketika kita melihat ada org yg menjaga, misalnya memakai masker, menghindari tempat keramaian, atau tak mau bersalaman menganggap mereke lebay atau terlalu hiperbola
Kenapa?
Karena memang mau tidak mau bencana alam ini memaksa kita utk membuka mata selebar lebarnya, bukan hanya karena kita takut menjadi terkena virus, tapi bisa jadi kita menjadi penyebar virus. Karena virus ini sangat pintar, dia tidak memberikan tanda2 bahkan.
Jaga diri, jaga keluarga...
Ya...
Ujian berat, apalagi bagi bangsa Indonesia yg memegang adat dan adap.
Berkunjung dilarang
Berjabat tangan tidak diperbolehkan, apalagi cepika cepiki.
Menghindari keramaian.
Jaga jarak.
Sekolah diliburkan.
Belum lagi utk ujian perekomonian keluarga. Utk makan sehari aja mikir dapat hari ini besok mikir lagi gimana caranya. Apalagi bagi para pedagang yg modalnya bolak balik kasur.
Ya Allah, semoga kita bisa melaluinya.
Virus ini tidak memandang siapa kita.
Semuany rata, siapa yg ditakdirkan Allah. Namun kita tidak boleh pasrah, Allah juga meminta kita tetap ikhtiar dan tawakal, usaha tetap menjaga diri kita dan keluarga kita. Tetaplah meminta lingdunganNya...
Janganlah lagi saling salah menyalahkan.
Mari saling bahu membahu utk menyelamatkan diri kita, keluarga, dan negara kita.
Lakukan apa yg telah diperintahkan oleh pemerintah. Mari kita semua bersatu melawab virus corona ini
Badai pasti berlalu...
Tapi bagaimana lika liku dalam proses berlalu itu.
Akankah kita tetap bertahan?
Akankah kita meninggal terkena virus?
Atau meninggal karena penyakit lain?
Pasti banyak cerita untuk 3 bulan selanjutnya. Dan ini akan menjadi sejarah pahit bagi seluruh dunia utk diingat sepanjang masa.
Bagi para pahlawan di bidang kesehatan, tetaplah bersemangat. Kalian yg berdiri di garda terdepan melawan perang ini, doa kami selalu utk kalian.
Dan semoga kita semua selalu dilindungiNya serta dapat melalui ini semua.
Aamiin.....
Pertengahan Pebruari 2020...
Iya, bulan dimana virus ini mulai menjadi trending topik. Aku tak menyangka akan menjadi seperti ini...
Ya Allah, apakah ini ujian untuk umatmu yg selama ini yg saling mendzolimi ciptaanMu.
Astaghfirullah...
Semoga bencana ini cepat berlalu...
Menjelang bulan Ramadhan Allah memberikan teguran melalui virus ini.
Betapa pentingnya menjaga kebersihan, menaati aturan, dan saling menjaga.
Mungkin sebagian orang menganggap sepele, sebagian orang panik, sebagian orang lagi pasrah, sebagian lagi siap siaga. Termasuk golongan manakah kita... ?
Namun jangan menganggap sepele.
Atau ketika kita melihat ada org yg menjaga, misalnya memakai masker, menghindari tempat keramaian, atau tak mau bersalaman menganggap mereke lebay atau terlalu hiperbola
Kenapa?
Karena memang mau tidak mau bencana alam ini memaksa kita utk membuka mata selebar lebarnya, bukan hanya karena kita takut menjadi terkena virus, tapi bisa jadi kita menjadi penyebar virus. Karena virus ini sangat pintar, dia tidak memberikan tanda2 bahkan.
Jaga diri, jaga keluarga...
Ya...
Ujian berat, apalagi bagi bangsa Indonesia yg memegang adat dan adap.
Berkunjung dilarang
Berjabat tangan tidak diperbolehkan, apalagi cepika cepiki.
Menghindari keramaian.
Jaga jarak.
Sekolah diliburkan.
Belum lagi utk ujian perekomonian keluarga. Utk makan sehari aja mikir dapat hari ini besok mikir lagi gimana caranya. Apalagi bagi para pedagang yg modalnya bolak balik kasur.
Ya Allah, semoga kita bisa melaluinya.
Virus ini tidak memandang siapa kita.
Semuany rata, siapa yg ditakdirkan Allah. Namun kita tidak boleh pasrah, Allah juga meminta kita tetap ikhtiar dan tawakal, usaha tetap menjaga diri kita dan keluarga kita. Tetaplah meminta lingdunganNya...
Janganlah lagi saling salah menyalahkan.
Mari saling bahu membahu utk menyelamatkan diri kita, keluarga, dan negara kita.
Lakukan apa yg telah diperintahkan oleh pemerintah. Mari kita semua bersatu melawab virus corona ini
Badai pasti berlalu...
Tapi bagaimana lika liku dalam proses berlalu itu.
Akankah kita tetap bertahan?
Akankah kita meninggal terkena virus?
Atau meninggal karena penyakit lain?
Pasti banyak cerita untuk 3 bulan selanjutnya. Dan ini akan menjadi sejarah pahit bagi seluruh dunia utk diingat sepanjang masa.
Bagi para pahlawan di bidang kesehatan, tetaplah bersemangat. Kalian yg berdiri di garda terdepan melawan perang ini, doa kami selalu utk kalian.
Dan semoga kita semua selalu dilindungiNya serta dapat melalui ini semua.
Aamiin.....
Senin, 16 Maret 2020
Anyang
Anyang, bukan mayang (kalau mayang nama saya 😅), atau kayang.
Apa ya bedanya anyang dengan urap? Karena setau saya sama-sama merupakan makanan yang terdiri dari berbagai macam sayuran yang di rebus dan dipadukan dengan kelapa yang digongseng dengan bumbu-bumbu tertentu. Sayurannya bisa berupa, toge, kacang panjang, daun ubi, atau daun pepaya dan yang khas adalah pakis.
Jangan tanya saya resepnya apa, karena itu tidak termasuk di catatan buku resep saya.
Menurut mbah google dari cookpad.com bumbunya adalah cabe merah, cabe rawit, terasi bakar, bawang putih, daun salam, dan daun jeruk. Kelapa yang digunakan adalah kelapa setengah tua yang diparut kasar. Jangan lupa garam, gula pasir, dan minyak goreng untuk menumis secukupnya.
Saya memang bukan asli Batu Bara, tapi kata orang sini bahwa anyang termasuk salah satu makanan khas kabupaten pesisir ini. Di Medan dulu ini juga termasuk makanan khas juga di sana. Berarti mungkin anyang merupakan makanan yang memang sudah familiar di Sumatera.
Setau saya terkadang anyang ini merupakan salah satu menu yang ada di nasi among-among (orang jawa bilang : among-among = syukuran). Makanan ini paling enak dipadukan dengan ikan asih dan telur rebus.
Bagi yang suka sayuran ini adalah makanan yang bisa menjadi salah satu menu andalan di rumah. Apalagi terkadang sayuran yang dimasukkan ke dalamnya adalah daun dan batang pepaya. Yang katanya ini adalah yang dicari-cari ketika makan anyang. Ya, ibu saya salah satu pencinta makanan ini.
Tapi berbeda dengan saya yang pilih-pilih sayur, untuk memakan campuran makanan ini dibutuhkan energi lebih untuk memilih-milih sayuran yang disukai.
Dari segi vitamin, anyang merupakan makanan sehat karena non lemak dan non kolestrol. Jadi bisa disantap setiap hari (jika gak bosan). Tapi perlu hati-hati karena makanan ini cepat basi. Jadi untuk menganisipasinya, kita mencampur kelapa dan sayurannya jika mau dihidangkan saja. Atau jika sudah malam belum habis juga, maka kita bisa memasukkan ke dalam kulkas, agar esok pagi bisa dipanaskan kembali. Atau bisa juga kita bagikan ke tetangga biar dapat pahala... 😁
#salamgurupembelajar
#sagusabubatubara
Hobiku Profesiku
Berbicara tentang hobi dan kelebihan, mungkin sebagian orang sudah menemukannya sejak dia kecil. Tapi mungkin sebagian lagi sulit menemukan hobinya, walaupun usianya sudah tidak sedikit lagi. Termasuk saya...
Ada orang yang mempunyai profesi sesuai dengan hobinya, namun ada juga yang tidak.
Menjadi seorang guru bukan menjadi cita-citaku dari kecil. Waktupun kata orangtua saya ketika masih kecil saya paling suka main guru-guruan. Saya tidak tau hobi saya apa, saya hanya menjalankan kehidupan ini sesuai dengan irama dan takdir saya dapatkan. Tapi memang ini jalan yang diberikan Tuhan untuk saya.
Saya tidak mempunyai hobi di olahraga, menjahit, apalagi memasak. Saya ketika saya melangkahkan kaki di sebuah kampus keinginan orangtua saya, dan saya terpaksa menjadi guru private untuk mendapatkan tambahan uang jajan, lama kelamaan saya suka mengajar. Rasanya ketika anak-anak paham dengan apa yang saya terangkan, ketika dia senang melihat saya datang ada rasa tersendiri yang saya rasakan.
Saya juga suka membaca buku tentang pengalaman pribadi seseorang, sewaktu masih single teman saya adalah buku. Awalnya saya diperkenalkan chikensoup oleh kakak sepupu saya, sejak itu saya jadi ketagihan. Tapi jangan ditanya jika disuruh membaca buku diktat atau modul atau buku yang di dalamnya berisi tentang materi atau konsep sesuai. Dengan sekejap mata akan terpejam dan masuk ke dalam mimpi indah J. Tapi seiring dengan perjalanan waktu hobi membacapun perlahan mulai menghilang. Waktu saya lebih disibukkan dengan anak-anak yang jangankan membuka buka, pegang HP sambil selonjoran dikamar saja merupakan momen yang paling di nanti-nanti (dilema omak beranak kecil)
Tanpa disadari kita sebenarnya mempunyai hobi dan kelebihan. Apapun hobi dan kelebihan yang kita punya kita harus tetap selalu bersyukur. Insya Allah itulah terbaik untuk kehidupan kita. Dan ternyata hobiku adalah profesiku....
#salamgurupembelajar
#sagusabubatubara
Jumat, 06 Maret 2020
Ringkasan Materi Post Test Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi
Ringkasan Materi Post Test
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi
KONSEP BERPIKIR TINGKAT TINGGI
Pembelajaran
yang berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi melibatkan 3 aspek
yaitu:
·
Transfer of Knowledge
·
Critical and Creative Thinking
·
Problem Solving.
Dalam
proses pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi tidak memandang level
KD, apakah KD nya berada pada tingkatan C1, C2, C3, C4, C5, atau C6.
1. Keterampilan Berpikir Tingkat
Tinggi sebagai Transfer of Knowledge
Keterampilan
berpikir tingkat tinggi berkaitan dengan ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor yang menjadi satu kesatuan dalam proses belajar dan mengajar
Ranah
Kognitif
Proses
Kognitif sesuai dengan level kognitif Bloom.
LOTS
C1
: Mengingat
C2
: Memahami
C3
: Menerapkan/Mengaplikasikan
HOTS
C4
: Menganalisis
C5
: Menilai/Mengevaluasi
C6
: Mengkreasi/Mencipta
Dimensi
Pengetahuan:
Pengetahuan
Faktual. Simbol-simbol yang berkaitan dengan beberapa referensi konkret, atau
"benang-benang simbol" yang menyampaikan informasi penting. Jenis
pengetahuan faktual yaitu: 1). Pengetahuan terminologi contohnya kata-kata,
angka-angka, tanda-tanda, dan gambar-gambar. 2). Pengetahuan yang detail dan
elemen-elemen yang spesifik mengacu pada pengetahuan peristiwa-peristiwa,
tempat-tempat, orang-orang, tanggal, sumber informasi, dan semacamnya.
Pengetahuan
Konseptual. Pengetahuan konseptual meliputi skema-skema, model-model mental,
atau teori-teori eksplisit dan implisit dalam model-model psikologi kognitif
yang berbeda.
Pengetahuan
Prosedural. "Pengetahuan mengenai bagaimana" melakukan sesuatu.
Pengetahuan prosedural sering mengambil bentuk dari suatu rangkaian
langkah-langkah yang akan diikuti.
Pengetahuan
Metakognitif. Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan mengenai kesadaran
secara umum. Penekanan kepada peserta didik untuk lebih sadar dan bertanggung
jawab terhadap pengetahuan dan pemikiran mereka sendiri.
HOTS
merupakan irisan antara tiga komponen dimensi proses kognitif teratas
(menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta) dan tiga komponen dimensi
pengetahuan tertinggi (konseptual, prosedural, dan metakognitif).
Ranah
Afektif
Ranah
afektif yang berhubungan dengan sikap, nilai, perasaan, emosi serta derajat
penerimaan atau penolakan suatu objek dalam kegiatan pembelajaran. Berikut 5
kategori ranah afektif:
A1
: Penerimaan
A2
: Menanggapi
A3
: Penilaian
A4
: Mengelola
A5
: Karakterisasi
Ranah
Psikomotor
Keterampilan
proses psikomotor merupakan keterampilan dalam melakukan pekerjaan dengan
melibatkan anggota tubuh yang berkaitan dengan gerak fisik (motorik) yang
terdiri dari gerakan refleks, keterampilan pada gerak dasar, perseptual,
ketepatan, keterampilan kompleks, ekspresif, dan interperatif.
P1
: Imitasi
P2
: Manipulasi
P3
: Presisi
P4
: Artikulasi
P5
: Naturalisasi
2. Keterampilan Berpikir Tingkat
Tinggi sebagai Critical and Creative Thinking
Berpikir
kritis merupakan proses mengerahkan pengetahuan dan keterampilan dalam
memecahkan permasalahan yang muncul, mengambil keputusan, menganalisis semua
asumsi yang muncul dan melakukan investigasi atau penelitian berdasarkan data
dan informasi yang telah didapatkan sehingga menghasilkan informasi atau
simpulan.
Elemen
dasar tahapan keterampilan berpikir kritis yaitu FRISCO
F
(Focus)
: Mengidentifikasi masalah dengan
baik.
R
(Reason)
: Alasan-alasan yang diberikan
bersifat logis atau tidak untuk disimpulkan.
I
(Inference) : Jika
alasan yang dikembangkan adalah tepat, maka alasan tersebut harus
cukup sampai pada kesimpulan yang sebenarnya.
S
(Situation) : Membandingkan
dengan situasi yang sebenarnya.
C
(Clarity)
: Harus ada kejelasan istilah maupun
penjelasan yang digunakan pada
argumen sehingga tidak terjadi kesalahan
dalam mengambil kesimpulan.
O
(Overview) : Pengecekan
terhadap sesuatu yang telah ditemukan, diputuskan,
diperhatikan, dipelajari, dan disimpulkan.
3. Keterampilan Berpikir Tingkat
Tinggi sebagai Problem Solving
Keterampilan
berpikir tingkat tinggi sebagai problem solving diperlukan dalam proses
pembelajaran, karena pembelajaran yang dirancang dengan pendekatan pembelajaran
berorientasi pada keterampilan tingkat tinggi tidak dapat dipisahkan dari
kombinasi keterampilan berpikir dan keterampilan kreativitas untuk pemecahan
masalah.
Menurut
Mourtos, Okamoto, dan Rhee, ada enam aspek yang dapat digunakan untuk mengukur
sejauh mana keterampilan pemecahan masalah peserta didik, yaitu:
Menentukan
masalah.
Mendefinisikan masalah, menjelaskan permasalahan, menentukan kebutuhan data dan
informasi yang harus diketahui sebelum digunakan untuk mendefinisikan masalah
sehingga menjadi lebih detail, dan mempersiapkan kriteria untuk menentukan
hasil pembahasan dari masalah yang dihadapi;
Mengeksplorasi
masalah.
Menentukan objek yang berhubungan dengan masalah, memeriksa masalah yang
terkait dengan asumsi, dan menyatakan hipotesis yang terkait dengan masalah;
Merencanakan
solusi.
Peserta didik mengembangkan rencana untuk memecahkan masalah, memetakan
sub-materi yang terkait dengan masalah, memilih teori prinsip dan pendekatan
yang sesuai dengan masalah, dan menentukan informasi untuk menemukan solusi;
Melaksanakan
rencana.
Pada tahap ini peserta didik menerapkan rencana yang telah ditetapkan;
Memeriksa
solusi.
Mengevaluasi solusi yang digunakan untuk memecahkan masalah; dan
Mengevaluasi. Pada
langkah ini, solusi diperiksa, asumsi yang terkait dengan solusi dibuat,
memperkirakan hasil yang diperoleh ketika mengimplementasikan solusi dan
mengomunikasikan solusi yang telah dibuat.
KOMPETENSI KETERAMPILAN 4CS
(CREATIVITY, CRITICAL THINKING, COLLABORATION, COMMUNICATION)
Pembelajaran
abad 21 menggunakan istilah yang dikenal sebagai 4Cs (critical thinking, communication,
collaboration, and creativity).
Peta
Kompetensi Keterampilan 4Cs:
Creativity
Thinking and innovation. Peserta didik dapat menghasilkan,
mengembangkan, dan mengimplementasikan ide-ide mereka secara kreatif baik
secara mandiri maupun berkelompok.
Critical
Thinking and Problem Solving. Peserta didik dapat
mengidentifikasi, menganalisis, menginterpretasikan, dan mengevaluasi
bukti-bukti, argumentasi, klaim, dan data-data yang tersaji secara luas melalui
pengkajian secara mendalam, serta merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Communication.
Peserta didik dapat mengomunikasikan ide-ide dan gagasan secara efektif
menggunakan media lisan, tertulis, maupun teknologi.
Collaboration. Peserta
didik dapat bekerja sama dalam sebuah kelompok dalam memecahkan permasalahan
yang ditemukan.
PENGEMBANGAN INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI (IPK)
Pengembangan
IPK memperhatikan hal-hal seperti:
·
Tentukanlah proses berpikir yang akan
dilakukan oleh peserta didik untuk mencapai kompetensi minimal yang ada pada
KD;
·
Rumusan IPK menggunakan kata kerja
operasional (KKO) yang bisa diukur;
·
Dirumuskan dalam kalimat yang simpel,
jelas, dan mudah dipahami;
·
Tidak menggunakan kata yang bermakna
ganda;
·
Hanya mengandung satu tindakan;
·
Memperhatikan karakteristik mata
pelajaran, potensi, dan kebutuhan peserta didik, sekolah, masyarakat, dan
lingkungan/daerah.
·
IPK dikategorikan menjadi tiga, yaitu
IPK kunci, IPK pendukung, dan IPK pengayaan.
a.
Indikator Kunci
Indikator
yang sangat memenuhi kriteria UKRK (Urgensi, Keterkaitan, Relevansi,
Keterpakaian).
Kompetensi
yang dituntut adalah kompetensi minimal yang terdapat pada KD.
Memiliki
sasaran untuk mengukur ketercapaian standar minimal dari KD.
Dinyatakan
secara tertulis dalam pengembangan RPP dan harus teraktualisasi dalam
pelaksanaan proses pembelajaran, sehingga kompetensi minimal yang harus
dikuasai peserta didik tercapai berdasarkan tuntutan KD mata pelajaran.
b.
Indikator Pendukung
Membantu
peserta didik memahami indikator kunci.
Dinamakan
juga indikator prasyarat yang berarti kompetensi yang sebelumnya telah
dipelajari peserta didik, berkaitan dengan indikator kunci yang dipelajari.
c.
Indikator Pengayaan
Mempunyai
tuntutan kompetensi yang melebihi dari tuntutan kompetensi dari standar minimal
KD.
Tidak
selalu harus ada.
Dirumuskan
apabila potensi peserta didik memiliki kompetensi yang lebih tinggi dan perlu
peningkatan yang baik dari standar minimal KD.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
Model Discovery Learning
Model
pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning) adalah memahami
konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada
suatu kesimpulan.
Sintak
model Discovery Learning:
1. Pemberian rangsangan (stimulation). Guru
mengajukan pertanyaan, menganjurkan membaca buku dan kegiatan lainnya, supaya
peserta didik menimbulkan kebingungan dan keinginan untuk menyelidiki sendiri.
2.
Pernyataan/Identifikasi masalah (problem
statement). Peserta didik melakukan identifikasi dan membuat hipotesis.
3.
Pengumpulan data (data collection).
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan. mengumpulkan (collection)
berbagai informasi yang relevan melalui membaca literatur, mengamati objek,
wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.
4.
Pengolahan data (data processing). Semua
informasi hasil bacaan, wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah,
diacak, diklasifikasikan, atau ditabulasi.
5.
Pembuktian (verification). Peserta didik
melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya
hipotesis dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil pengolahan data.
6. Menarik
simpulan/generalisasi (generalization). Proses menarik sebuah kesimpulan yang
dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang
sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.
Model Pembelajaran Inkuiri
Model
pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal
seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara
sistematis kritis dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.
Sintak/tahap
model inkuiri meliputi:
1. Orientasi masalah;
2.
Pengumpulan data dan verifikasi;
3.
Pengumpulan data melalui eksperimen;
4.
Pengorganisasian dan formulasi
eksplanasi; dan
5. Analisis
proses inkuiri.
Model Pembelajaran Problem Based
Learning (PBL)
Model
pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran yang menggunakan berbagai
kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta
lingkungan nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relevan, dan
kontekstual (Tan Onn Seng, 2000).
Sintak
model Problem-based Learning menurut Arends (2012) yaitu:
1. Orientasi peserta didik pada masalah;
2.
Mengorganisasikan peserta didik untuk
belajar;
3.
Membimbing penyelidikan individu maupun
kelompok;
4.
Mengembangkan dan menyajikan hasil
karya; dan
5. Menganalisis
dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Model Project Based Learning
Model
Project-based Learning adalah model pembelajaran yang melibatkan keaktifan
peserta didik dalam memecahkan masalah, dilakukan secara berkelompok/mandiri
melalui tahapan ilmiah dengan batasan waktu tertentu yang dituangkan dalam
sebuah produk untuk selanjutnya dipresentasikan kepada orang lain.
Sintak
model Project-based Learning yaitu:
1. Pertanyaan Mendasar
2.
Mendesain Perencanaan Produk
3.
Menyusun Jadwal Pembuatan
4.
Memonitor Keaktifan dan Perkembangan
Proyek
5.
Menguji Hasil
6. Evaluasi
Pengalaman Belajar
Stimulasi
pertanyaan dalam pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat
tinggi atau HOTS untuk mendorong memunculkan pikiran-pikiran orisinal peserta
didik, pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup:
·
Pertanyaan untuk memfokuskan perhatian
atau kajian untuk diperdalam;
·
Pertanyaan untuk mendorong peserta didik
berpikir menemukan alasan atau mengambil posisi pendapat;
·
Pertanyaan untuk mengklarifikasi suatu
konsep dengan arah bisa merumuskan definisi yang jelas lewat memperbandingkan,
menghubungkan, dan mencari perbedaan atas konsep-konsep yang ada;
·
Pertanyaan untuk mendorong munculnya
gagasan-gagasan yang kreatif dan alternatif lewat imajinasi;
·
Pertanyaan untuk mendorong peserta didik
mencari data dan fakta pendukung serta bukti-bukti untuk mengambil keputusan
atau posisi;
·
Pertanyaan untuk mendorong peserta didik
mengembangkan pikiran lebih jauh dan lebih mendalam, dengan mencoba
mengaplikasikan sesuatu informasi pada berbagai kasus dan kondisi yang
berbeda-beda, sehingga memiliki lebih banyak argumentasi;
·
Pertanyaan untuk mengembangkan kemampuan
mengaplikasikan aturan atau teori yang lebih umum pada kasus yang tengah
dikaji.
PENULISAN DAN PENGEMBANGAN SOAL
HOTS
Dalam
taksonomi Bloom yang direvisi oleh Anderson & Krathwohl (2001), dirumuskan
6 level proses berpikir, yaitu:
C
1 = mengingat (remembering )
C
2 = memahami (understanding)
C
3 = menerapkan (applying)
C
4 = menganalisis (analyzing)
C
5 = mengevaluasi (evaluating)
C
6 = mengkreasi (creating)
Anderson
dan Krathwohl mengategorikan kemampuan proses menganalisis (analyzing),
mengevaluasi (evaluating), dan mencipta (creating) termasuk berpikir tingkat
tinggi.
Pada
pemilihan kata kerja operasional (KKO) untuk merumuskan indikator soal HOTS,
hendaknya tidak terjebak pada pengelompokkan KKO. Sebagai contoh kata kerja
“menentukan‟ pada Taksonomi Bloom ada pada ranah C2 dan C3. Dalam konteks
penulisan soal-soal HOTS, kata kerja “menentukan‟ bisa jadi ada pada ranah C5
(mengevaluasi) apabila untuk menentukan keputusan didahului dengan proses berpikir
menganalisis informasi yang disajikan pada stimulus lalu peserta didik diminta
menentukan keputusan yang terbaik. Bahkan kata kerja “menentukan‟ bisa
digolongkan C6 (mengkreasi) bila pertanyaan menuntut kemampuan menyusun
strategi pemecahan masalah baru. Jadi, ranah kata kerja operasional (KKO)
sangat dipengaruhi oleh proses berpikir apa yang diperlukan untuk menjawab
pertanyaan yang diberikan.
Brookhart
menggunakan tiga istilah dalam mendefinisikan keterampilan berpikir tingkat
tinggi (HOTS), yaitu: HOTS adalah proses transfer, HOTS adalah berpikir kritis,
dan HOTS adalah penyelesaian masalah.
HOTS
sebagai proses transfer dalam konteks pembelajaran adalah melahirkan belajar
bermakna (meaningfull learning), yakni kemampuan peserta didik dalam menerapkan
apa yang telah dipelajari ke dalam situasi baru tanpa arahan atau petunjuk
pendidik atau orang lain.
HOTS
sebagai proses berpikir kritis dalam konteks pembelajaran adalah membentuk
peserta didik yang mampu untuk berpikir logis (masuk akal), reflektif, dan
mengambil keputusan secara mandiri.
HOTS
sebagai proses penyelesaian masalah adalah menjadikan peserta didik mampu
menyelesaikan permasalahan riil dalam kehidupan nyata, yang umumnya bersifat
unik sehingga prosedur penyelesaiannya juga bersifat khas dan tidak rutin.
Dilihat
dari dimensi pengetahuan, umumnya soal HOTS mengukur dimensi metakognitif,
tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja.
Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang
berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih
strategi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen
(reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.
Soal
yang termasuk Higher Order Thinking memiliki ciri-ciri:
·
Transfer satu konsep ke konsep lainnya;
·
Memproses dan menerapkan informasi;
·
Mencari kaitan dari berbagai informasi
yang berbeda-beda;
·
Menggunakan informasi untuk
menyelesaikan masalah;
·
Menelaah ide dan informasi secara
kritis.
·
Karakteristik instrumen penilaian
berpikir tingkat tinggi (HOTS):
·
Mengukur kemampuan berpikir tingkat
tinggi
·
Bersifat Divergen
·
Menggunakan Multirepresentasi
·
Berbasis permasalahan kontekstual
·
Menggunakan bentuk soal beragam
·
Puspendik (2015) mengklasifikasikan 3
level kognitif yaitu: Level 1 (Pengetahuan dan Pemahaman), Level 2 (Aplikasi),
dan Level 3 (Penalaran)
·
Pengetahuan dan Pemahaman. Mengukur
pengetahuan faktual, konsep, dan prosedural.
·
Aplikasi. Menggunakan pengetahuan
faktual, konsep, dan prosedural tertentu pada konsep lain dalam mapel yang sama
atau mapel lainnya; Menggunakan pengetahuan faktual, konsep, dan prosedural
tertentu untuk menyelesaikan masalah kontekstual (situasi lain).
·
Penalaran. Menggunakan penalaran dan
logika untuk; Mengambil keputusan (evaluasi); Memprediksi dan refleksi;
Menyusun strategi baru untuk memecahkan masalah.
Langkah-langkah
penyusunan soal HOTS yaitu:
1. Menganalisis
KD
2.
Menyusun kisi-kisi soal
3.
Memilih stimulus yang tepat dan
kontekstual
4.
Menulis butir pertanyaan sesuai dengan
kisi-kisi soal
5.
Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau
kunci jawaban
6. KD yang
berada pada tingkat kognitif C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6
(mengkreasi) dapat disusun soal HOTS. KD yang berada pada tingkat kognitif C1
(mengingat), C2 (memahami), dan C3 (menerapkan) tidak dapat langsung disusun
soal HOTS. KD tersebut dapat disusun soal HOTS, bila sebelumnya dirumuskan
terlebih dahulu IPK pengayaan dengan tingkat kognitif C4, C5, dan C6.
DIMENSI LITERASI
Literasi Baca dan Tulis
Literasi
baca dan tulis adalah pengetahuan dan kecakapan untuk membaca, menulis,
mencari, menelusuri, mengolah, dan memahami informasi untuk menganalisis,
menanggapi, dan menggunakan teks tertulis untuk mencapai tujuan, mengembangkan
pemahaman dan potensi, serta untuk berpartisipasi di lingkungan sosial.
Literasi Numerasi
Literasi
numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk (a) bisa memperoleh,
menginterpretasikan, menggunakan, dan mengomunikasikan berbagai macam angka dan
simbol matematika untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks
kehidupan sehari-hari; (b) bisa menganalisis informasi yang ditampilkan dalam
berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.) untuk mengambil keputusan.
Literasi Sains
Literasi
sains adalah pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi
pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta
mengambil simpulan berdasarkan fakta, memahami karakteristik sains, membangun
kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual
dan budaya, serta meningkatkan kemauan untuk terlibat dan peduli dalam isu-isu
yang terkait sains.
Literasi Digital
Literasi
digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital,
alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan,
membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat,
tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam
kehidupan sehari-hari.
Literasi Finansial
Literasi
finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan (a) pemahaman
tentang konsep dan risiko, (b) keterampilan, dan (c) motivasi dan pemahaman
agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk
meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat
berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.
Literasi Budaya dan Kewargaan
Literasi
budaya adalah pengetahuan dan kecakapan dalam memahami dan bersikap terhadap
kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sementara itu, literasi
kewargaan adalah pengetahuan dan kecakapan dalam memahami hak dan kewajiban
sebagai warga masyarakat.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER
Pada
Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 menyatakan,
·
PPK dilaksanakan dengan menerapkan
nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai
religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri,
demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai
prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli
sosial, dan bertanggung jawab.
·
Nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan perwujudan dari 5 (lima) nilai utama yang saling berkaitan yaitu
religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas yang
terintegrasi dalam kurikulum.
·
Satuan pendidikan jenjang pendidikan
dasar atau satuan pendidikan jenjang pendidikan menengah diselenggarakan
melalui kegiatan Intrakurikuler, Kokurikuler, dan Ekstrakurikuler, yang
dilaksanakan secara kreatif dan terpadu.
·
Untuk materi KOMPETENSI PROFESIONAL,
menyesuaikan dengan 2 unit pembelajaran yang dipelajari di kelompok belajarnya,
silahkan BUKA Buku Peningkatan Kompetensi Pembelajaran.
Selamat
belajar, semoga ujian lancar, dan memperoleh nilai sesuai dengan yang
diharapkan.
Salam
Berbagi
Langganan:
Postingan (Atom)
Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif
Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...
-
Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...
-
Kali ini kelas 6 masuk pada materi Mengenal dan Mengeksplorasi Ikatan dan Simpul dengan mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam di kelas 6...
-
Salam berbagi.... Engklek adalah permainan tradisional yang dari dulu sampai sekarang masih menjadi kegemaran, tak luput juga dengan anak se...