Sabtu, 06 Agustus 2022

Cap Jempol Kesepakatan Kelas

Pada artikel sebelumnya saya pernah menuliskan tentang Kesepakatan Kelas dan aksi nyata yang sudah dilakukan di kelas 4. (https://mayanksarifitricia30.blogspot.com/2021/12/membuat-kesepakatan-kelas-budaya-positif.html). 

Untuk kelas 4 tahun ajaran ini saya juga tetap membuat kesepakatan kelas dengan cara yang sama pula. 

Minggu pertama sekolah adalah moment yang paling tepat untuk membuat kesepakatan kelas. 

Masih dengan cara yang sama yang pernah dituliskan pada artikel sebelumnya yaitu :

  1. Anak-anak dijelaskan dahulu makna dari kesepakatan kelas
  2. Setiap anak menuliskan satu kesepakatan kelas di kertas yang sudah disediakan
  3. Guru membacakan dan menuliskannya di papan tulis.
  4. Guru menyederhanakan kalimat yang dituliskan siswa dengan kata-kata yang bersifat umum. Menggunakan kalimat positif yang tidak terlalu panjang.
  5. Hasil dari kesepakatan yang dibuat ditempelkan di depan kelas.
Untuk tahun ini yang agak berbeda dari tahun sebelumnya adalah anak-anak saya ajak untuk membuat cap jempol sebagai tanda sahnya kesepakatan yang telah dibuat. Awalnya mau membuatnya dengan tanda tangan, hanya saja karena banyak yang belum bisa jadi saya ganti dengan cap jempol. Setelah ketua kelas membacakan secara lantang dan diikuti semua siswa kesepatakan kelas itu pun disahkan dan mulai berlaku. Saya berharap dengan hal tersebut anak-anak lebih merasakan adanya Kesepakatan Kelas itu, sehingga bukan hanya menjadi tempelan dinding kelas semata. Sesekali perlu diulang kembali dibacakan, untuk mengingatkan kembali.



Jangan pesimis ketika kebermanfaatan penanaman budaya positif yang telah kita lakukan belum terasa maksimal hasilnya. Karena butuh proses yang yang panjang untuk merubah habit seseorang. Teringat kata instruktur ketika di PPGP, beliau mengatakan perlu 4 tahun lamanya merubah satu sekolah untuk menerapkan budaya positif. Jadi mulailah dari hal yang kecil, dan dari sekarang. Secuil hal positif yang kita lakukan pasti akan ada manfaatnya, kalau bukan hari ini, esok, atau lusa.

(Maaf untuk foto kurang lengkap, sempat kelupaan ambil foto ketika moment siswa menuliskan kesepakatan di kelas) 

Kliping Jenis-Jenis Daun

Tidak hanya manusia, daun juga mempunyai tulang. Pada pembelajaran kali ini anak kelas 4 akan mengamati langsung bentuk tulang pada daun. Sebelumnya guru sudah menjelaskan tentang 4 jenis daun berdasarkan tulangnya, daun menyirip, daun menjari, daun melengkung, dan daun sejajar. Masing-masing anak sudah membawa beberapa daun untuk dikelompokkan. 

Untuk tugas kali ini anak-anak sekaligus diperkenalkan dengan pembuatan kliping sederhana, karena ini adalah yang pertama kalinya peran guru sangat dibutuhkan untuk menuntun mereka. Jadi untuk covernya masih dibantu oleh guru ya...





Dari kegiatan pembelajaran kali ini tidak hanya materi IPAS dan pembuatan kliping yang di dapat, tapi juga tentang gotong royong, kreatif, dan bernalar kristis. Ada kerja sama dengan sesama tim, saling belajar untuk mengidentifikasi jenis daun. Berpikir kritis dalam menalar jenis daun apakah yang di bawa nya, dan kreatif tentang bagaimana kliping ini akan terlihat bagus dan rapi. 

_______________________________

Membiarkan anak untuk merdeka dalam belajar memang tidak mudah, karena mungkin pikiran kita masih cenderung suka dengan pembelajaran yang tenang di dalam kelas. Begitu juga dengan anak didik yang mungkin agak over dalam melaksanakan kegiatan yang kita lakukan. Tetap refleksi diri apa yang sudah baik dan apa yang harus diperbaiki. Karena guru harus tetap belajar walau sudah mengajar. 


#merdekabelajar

#merdekamengajar

#kurikulummerdeka

Sabtu, 30 Juli 2022

Yuk Mengenal Pancasila

Salah satu hal penting dalam Kurikulum Merdeka Belajar adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila di dalam pembelajaran. Yang dikenal dengan Profil Pelajar Pancasila. Memang dari kelas satu Pancasila sudah diajarkan, namun diawal kelas 4 tidak ada salahnya kita mengupas kembali tentang Lambang Pancasila. 

Awalnya anak-anak membentuk satu lingkaran besar. Untuk menceritakan tentang permainan yang akan dilakukan.

Dengan menggunakan potongan kertas yang berisi lambang disetiap sila Pancasila, isi setiap sila, dan juga angka pada silanya. Anak-anak disuruh untuk memasangkannya dengan benar. Misalnya anak yang mendapatkan lambang bintang harus mencari temannya yang memegang kertas bertuliskan sila 1 dan teman yang memegang kertas yang bertuliskan "Ketuhanan yang Maha Esa". Begitu juga untuk sila ke dua hingga sila ke lima. 




Terlihat mereka sangat antusias dalam melakukan permainan ini. ☺️

Tak terasa bel istirahat berbunyi, dan terdengar celetukan "belum belajar udah main-main". Padahal dari bel masuk tadi mereka sudah belajar tapi gak menyadari bahwa itu adalah belajar... 🤭

Pembelajaran dilanjutkan setelah bel masuk berbunyi. Kali ini mereka akan belajar secara berkelompok. Mengamati bagian-bagian yang ada di Burung Garuda. Seperti jumlah bulu pada sayap, jumlah ekor, dan lain sebagainya.




Pada hari sebelumnya anak-anak sudah diperkenalkan dahulu dengan mewarnai burung Garuda. Jadi akan lebih mudah ketika mereka harus mengamati bagian-bagian dari burung Garuda tersebut.

Setelah itu persentase tugas kelompok dan menempelkan hasilnya di depan kelas. Dan jangan lupa tetap refleksi setelahnya ya...






#merdekabelajar
#merdekamengajat
#kurikulummerdeka

Kamis, 28 Juli 2022

Kacang Hijau vs Toge

"Bu, kacang hijaunya kok tumbuh jadi toge y Bu ?"

"Bu, yang kena matahari daunnya kok hijau?"

"Bu, tanamanku udah panjang kali"

"Bu, tanamanku gak tumbuh"

Ada aja celoteh setiap harinya ketika di sekolah...😁

Kali ini, anak kelas 4 ditugaskan untuk melakukan pengamatan tentang pertumbuhan pada tanaman kacang hijau sekaligus melihat peran matahari pada proses fotosintesis. Hal ini juga merupakan proyek pengembangan profil Pancasila point mandiri dan bernalar kritis. Anak-anak ditugaskan secara mandiri mulai dari menanam hingga merawatnya selama kurang lebih 5 hari. Anak-anak juga diberi ruang untuk melatih berpikir kritis tentang perbedaan yang terjadi antara kedua tumbuhan yang ditanam. Apa saja manfaat dari matahari dan apa yang terjadi jika tidak ada matahari .

Dimulai dari menanam kacang hijau dengan media tissue, anak-anak terlihat antusias untuk mencoba membuatnya sendiri. Sesekali terlihat saling membantu temannya yang mengalami kesulitan. Setelah itu dibuat nama dan tanda "A" untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang ada cahaya mataharinya dan tanda "B" untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang sedikit/tidak ada cahaya mataharinya. Lalu di bawa pulang ke rumah dan diberikan tugas untuk mengamati dan merawat tanaman tersebut hingga 5 hari ke depan. 






Setelah 5 hari tanaman tersebut dibawa kembali ke sekolah. Kemudian anak-anak diajak melihat perbedaan kedua tumbuhan tersebut. Merefleksikan apa yang terjadi selama 5 hari tersebut, apa perasaan mereka, dan apa saja yang mereka lakukan selama 5 hari terhadap tanaman yang mereka tanam. 


Trus kenapa bisa jadi toge?
Biji kacang hijau disemai jadi kecambah. Kalau kecambah ini diambil terus dimasak atau dijual, jadi sayuran. Kalau ditanam di tanah dan tumbuh, maka akan jadi tanaman yang lama-lama akan muncul buah seperti kacang panjang. Kalau dibiarkan sampai tua bijinya berupa kacang hijau.

Kali ini cukup jadi toge aja ya, walaupun sudah kepanjangan.. 😅

Hasil tanaman yang telah merubah menjadi toge dapat ditambahkan materi tentang manfaat makan sayur-sayuran. Setelah penelitian selesai toge bisa dipanen. Walaupun sudah panjang masih bisa dimakan ya, dicampur ke mie juga enak... ☺️


#kurikulummerdeka
#merdekabelajar
#merdekamengajar

Senin, 18 Juli 2022

Menjadi Peneliti Cilik

Mata pelajaran terakhir biasanya udah malas-malasan dan pengen cepat pulang. Untuk mengantisipasi hal itu kali ini kita coba belajar di luar yuk dengan menjadi Peneliti Cilik. 

Misi peneliti cilik kali ini adalah mengamati bagian-bagian tumbuhan yang ada di sekitar sekolah.

Sama seperti anggota tubuh kita, bagian tubuh tumbuhan juga memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

Diawali dengan pertanyaan esensial 

  1. Apa saja bagian tubuh dari tumbuhan ?
  2. Apa fungsi dari setiap bagian tubuh tumbuhan ?
Setelah mendengar arahan dari guru tentang apa yang harus dilakukan siswa dan menuliskan format laporan yang akan diisi di lapangan nanti, siswa diajak keluar kelas untuk melakukan misi tersebut. 

Tetap ada refleksi disetiap pembelajaran, baik oleh siswa ataupun guru.

Refleksi dari siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap bagian tubuh pada tumbuhan dan perasaan siswa saat pembelajaran berlangsung.

Sedangkan refleksi dari guru, masih perlu belajar untuk bisa mengontrol siswa di lapangan dan menghadapi gangguan dari murid lain. 

#merdekabelajar

#merdekamengajar

#guruharusbelajar


Jumat, 06 Mei 2022

Kumpulan Aksi Nyata Pendidikan Guru Penggerak

 Assalamu'alaikum, salam sehat dan bahagia bagi seluruh guru hebat yang ada di Indonesia.

Kali ini saya akan berbagi tentang aksi nyata yang saya lakukan selama PPGP.

1.1.a.10. Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah


1.2.a.10 Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak






Senin, 21 Februari 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri

Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan beraneka cara dan media.

Panduan Pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri)

  • Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Filosofi pratab triloka ki hajar dewantara dan pengambilan keputusan. Filosofi pratab triloka ki hajar dewantara, filosofi ini dikenal hingga saat ini yaitu ing ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani. Melalui pemikiran tersebut, maka patut kiranya seorang pendidik bisa menjadi contoh atau teladan bagi anak didiknya, baik dari kata-kata dan perbuatan. Seorang pendidik tidak hanya menguasai kompetendi profesional dan pedagogik, namun dari sisi sosial dan kepribadian pun patut menjadi panutan bagi anak didiknya. Makna ing ngarso sung tulodo adalah di depan mampu memberikan teladan seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan sebaiknya perlu analisi dan berbagai pertimbangan.  hal ini disebabkan keputusan yang akan dibuatnya akan dijadikan contoh bagi peserta didik baik di kelas maupun di sekolah. Makna ing madyo Mangun Karso yaitu di tengah membangun karsa atau kemauan atau semangat maksudnya keputusan yang diambil seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya bisa mempertimbangkan dan memberikan karso kemauan dan semangat bagi murid-muridnya. Makna Tut Wuri Handayani yaitu dari belakang mendukung. intinya adalah dari belakang keputusan yang diambil seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya mampu memberikan dukungan fisik dan dukungan moral kepada murid-murid di sekolahnya

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang ada dalam diri tentu saja berpengaruh pada prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang akan kita ambil.  ketika seorang guru sudah kehilangan idealismenya dan mengutamakan kepentingan pribadi atau seorang guru sudah tidak lagi menerapkan nilai kejujuran dalam kesehariannya maka dalam pengambilan keputusan bukan tidak mungkin sebagai pemimpin pembelajaran guru lebih mengutamakan kepentingan pribadinya dibandingkan dengan tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Namun Jika seorang guru tetap memegang teguh nilai kejujuran, keyakinan kepada agamanya yang dianut bahwa semua keputusan yang akan diambil nya akan dipertanggungjawabkan kelak di hari akhir, maka ketika pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran guru tetap akan berpegang teguh pada keyakinan nya karena ia tahu semua keputusan itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti

  • Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Aktivitas terbimbing melalui kegiatan coaching membantu seseorang terutama pendidik dalam menggali informasi yang dibutuhkan sebelum pengambilan keputusan. Pendampingan yang diberikan pendamping saat sesi coaching  tentu saja sangat membantu guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan.  Pda sesi coaching guru sebagai coach mampu mengeksplore berbagai solusi optimal serta mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tentunya hal ini akan berimbas akan menghasilkan keputusan yang berpihak pada murid  dengan tetap mengoptimalkan potensi yang ada pada diri peserta didik. 

 

 Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

 

Pada saat pengambilan keputusan dilakukan, seorang guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosional agar proses pengambilan keputusan dilakukan secara sadar penuh, sadar dengan  berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada. Ketika seorang guru telah menguasai pengetahuan dan keterampilan  serta sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional, maka di saat putusan diambil tujuan yang diharapkan adalah tujuan positif, putusan yang diambil juga bertanggung jawab. Kesadaran akan aspek sosial emosional di saat mengambl keputusan juga dapat menekan perilaku seorang pendidik terutama saat dihadapkan permasalahan yang mengandung dilema etika. Di saat guru dihadapkan pada kasus tertentu yang menuntutnya untuk memberi keputusan, mekanisme otak akan mengarahkan diri untuk berhenti, kemudian menarik nafas panjang, hingga memberikan waktu untuk memahami dengan baik kasus yang dihadapi. Guru juga akan mencari tau apa yang dirasakan murid dan mau mendengarkan denan penuh perhatian. Respon guru yang berkesadaran penuh ini lah yang akan mempengaruhi putusan yang diambil.

 

 

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Seorang pendidik dalam menjalankan perannya sering dihadapkan dalam situasi yang meragukan hingga menyebabkan timbulnya rasa takut untuk mengambil keputusan. Ketika seorang guru dihadapkan dalam dilema etika ataupun bujukan moral, maka prinsip dan paradigma yang tepat dapat membantunya untuk mengambil keputusan. Sedangkan dalam kasus moral, , nilai kebajikan yang tertanam dalam diri seorangg guru akan menjadi penentu putusan yang diambil. Pembahasan studi kasus yang fokus pada moral atau etika sebelum mengetahui tentang paradigma dilemma. prinsip resolusi dan 9 langkah pengambilan keputusan. pembahasan kasus lebih ditekannka pada nilai-nilai yang dianut oleh pendidik dengan pertimbangan lingkungan yang ada. selain itu pembahasan juga hanya berdasar itu isi dari keyakinan yang dianut

 

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat yang pertama melihat paradigma etika yang terdiri dari individu lawan masyarakat. rasa keadilan lawan rasa kasihan . kebenaran lawan kesetiaan dan jangka pendek  

Ke 2 prinsip resolusi yang terdiri dari berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berpasir peraturan, dan berpikir berbasis rasa peduli. Yang ke 3 : 9 langkah pengambilan keputusan yang terdiri dari 1 mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan 2 menentukan siapa yang terlibat 3 mengumpulkan data yang relevan 4 pengujian benar atau salah yang terdiri dari uji legal, uji regulasi atau profesionalitas , uji intuisi, uji halaman depan koran dan uji panutan atau tokoh idola. 5. Pengujian paradigm benar lawan benar, 6. Melakukan prinsip resolusi, 7 investigasi opsi terima 8 buat keputusan 9 lihat lagi keputusan dan refleksikan

 

  • Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Kesulitan-kesulitan yang ada di lingkungan ketika mengambil keputusan kasus dilema etik antara lain, nilai dan budaya masyarakat di lingkungan, paradigma berpikir serta memiliki skala prioritas karena dalam dilema etika semua adalah benar

  

  • Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

 

Pengambilan keputusan yang tepat Tentu saja akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif kondusif dan hal ini akan berimbas pada merdeka belajar ketika mampu memilah dan memilih hal yang baik dalam meningkatkan bakat dan potensi yang ada dalam dirinya

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

 

Keputusan yang diambil guru sebagai pembimbing pembelajaran tentu akan mempengaruhi kehidupan atau masa depan muridnya. Mengajarkan anak menghitung itu baik, tapi saat guru mengajarkan anak untuk mengerti apa yang berharga dan utama adalah yang terbaik. Mengajarkan berhitung memang memerlukan waktu, tapi mengajarkan mengerti yang utama dan berharga membutuhkan keteladanan, proses pembiasaan yang lama hingga nantinya akan menjadi budaya

 

  • Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Guru sebagai pengambil keputusan mempunyai peran yang utama dalam mengajar dan mendidik anak terutama dari budi pekertinya. budaya positif yang tumbuh di sekolah kompetensi sosial emosional yang matang, tentu saja mendukung guru dalam mengambil keputusan di sekolah ditambah dengan penerapan pembelajaran terintegrasi pembelajaran diferensiasi membuat guru bisa mengoptimalkan kemampuan murid melalui proses coaching yang tepat


Top of Form

Bottom of Form

 


Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif

Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...