Senin, 18 Mei 2020

The Good Teacher

Setiap guru mempunyai caranya sendiri dalam menghadapi murid-muridnya.  Tidak ada guru yang menginginkan muridnya gagal,  rusak,  dan sengsara.  Semua yang dilakukan guru merupakan cara untuk menyikapi segala masalah. Dan ingat,  guru juga manusia yang mempunyai rasa amarah dan batas kesabaran.  Namun, sẹkali sậja guru salah menggunakan ảmarahnya maka akan berbuntut pânjang.  Itu adalah salah satu ujian bagi penyandang profesi guru jaman sekarang ini.

Berikut adalah kiat-kiat yang dâpat kita gunakan untuk menjalankan keprofesian kita.  Ini adalah pelajaran bagi sâya sendiri dan pengingat bagi saya untuk tetap bisa mendidik dengan sepenuh hati..

1. Niatkan dalam hati bâhwa profesi kita adalah ibadah dan bisa jadi salah satu dari murid kita akan menjadi amalan jariyah kita nantinya. 

2. Selalu belajar dimanapun dan dengan siapapun. 

3. Profesi kita bukan sekedar untuk mendapatkan materi.  
Nah kalau ini pasti banyak yang pro dan kontra.  Jangan salah pengertian dulu ya.  Maksudnya adalah hak kita tetap kita dapatkan sebagaimana mestinya,  namun jangan sampai kita mengambil keuntungan lain selain hak yang kita dapatkan.  Jika kita adalah seorang guru terimalah gaji untuk seorang guru,  begitu juga dengan kepala sekolah, operator,  dan staf lain yang berkerja di civitas akademik sekolah.  Ingat ya,  semua yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. 

4. Dekat dengan murid,  namun tetap dalam batasan ya. 

5. Lakukan sesekali kejutan kejutan kecil di kelas.  Itu dijamin dapat menambah rasa suka murid terhadap guru.  Kalau sudah suka pasti dapat lebih mudah menerima pelajaran. 

6. Ingat juga ya administrasi juga harus dilengkapi,  meskipun kita yang tahu kondisi kelas yang lebih sering diluar dari skenario yang sudah kita buat.  Karena itu berguna sebagai planning kita di kelas.  Jangan sampai sudah masuk kelas malah kebingungan mau melakukan apa,  padahal murid sudah antusias dengan gurunya. 

7. Mencoba disiplin agar terbiasa, baik itu waktu,  pakaian,  dan lain sebagainya. 

8. Hal yang kita perbuat dikelas bukan untuk popularitas, namun karena memang tujuan seorang pendidik adalah memanusiakan manusia. 

Saya yakin masih banyak lagi kiat untuk menjadi guru yang profesional.  
Teman-teman bisa menambahkannya di kolom komentar ya,  agar kita bisa saling berbagi dan belajar. 

Terima kasih. 
#Salam literasi

Sabtu, 09 Mei 2020

Rindu



Hampir 3 bulan lamanya kita tak bersua.
Rindu sudah pada mereka.
Maaf,  ibu guru tak bisa melaksanakan pembelajaran Daring,  yang disarankan pemerintah.
Bukan karena ibu tak mau,  tapi ibu tak sanggup menambah beban orangtua kalian.
Cukup mengingatkan kalian untuk mengerjakan tugas yang ibu berikan saja itu sudah lebih dari cukup bagi ibu. 
Ditengah kesibukan orangtua kalian yang mayoristas berladang dan jualan.  Apalagi dimasa Pandemi ini.

Yah,  biar sajalah ibu yang mengerti.

Bisa jadi ketika sekolah sudah dibuka lagi,  ibu memang masih guru kalian,  namun suasananya sudah berbeda.
Kalian sudah duduk di kelas 3, dan akan ada pengganti kalian menggantikan kesenangan di dalam kelas.  Meskipun kalian sudah tersimpan dengan rapi di hati ibu.

Pandemi ini merubah segalanya.
Membuat kita belajar untuk selalu menjaga kebersihan, taat aturan,  selalu bersyukur,  dan mencintai keluarga kita.

Semoga rindu ini akan segera terbayarkan dengan bertemunya kita kembali...  ☺

Belajar sambil bermain

"Bu,  mejanya kok berkelompok lagi bu? "
Cetus mereka ketika masih salam siap berbaris hendak masuk kelas.  Dan ku balas dengan senyuman saja. Sebelum masuk ke dalam kelas memang sudah menjadi kebiasaan kami berbaris di lapangan,  mendengarkan beberapa nasihat,  menyanyikan lagu wajib nasional,  dan setelah itu anak anak berbaris untuk memberikan salam kepada guru guru yg sudah berbaris di depan.

Sebagai guru kelas 2 yang mempunyai 17 orang murid yg manja,  dan paling suka dengan pujian,  saya memang paling suka mengubah susunan bangku di kelas.  Mengganti suasana kelas merupakan salah satu kejutan kejutan kecil yg saya buat di kelas sepulang sekolah.  Al hasil ketika pagi datang mereka akan heboh dengan susunan bangku.  Ya ada yg pro dan kontra.  Tapi perlahan mereka mengerti dengan hal itu.

"Hari ini,  sebelum kita menggambar kita akan bermain kelompok. Ibu akan membagikan lembar kerja kelompok yg harus kalian kerjakan, "

Kalau namanya kerja kelompok,  anak anak pasti sangat semangat luar biasa.  Walau bel istirahat telah berbunyi mereka tidak menghiraukannya.  Terkadang saya memaksa mereka untuk istirahat dahulu,  namun mereka kekeh untuk menyelesaikannya.

Reward...
Itu adalah senjata paling ampuh meningkatkan motivasi belajar siswa.  Saya belajar dari guru lain yg memberikan reward setiap minggunya.  Yaitu "The Best Student", walaupun hadiahnya hanya sebuah buku tulis isi 30 lembar yg saya tuliskan "Selamat kamu menjadi The Best Student of week ". Tapi mereka sangat antusias.

Itulah anak anak pada usianya.
Menjadikan belajar dengan bermain.
Serius tapi santai.

Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif

Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...