Selasa, 12 November 2024

Call to Action (CtA) Kelas Pertama Mebelgame KOMED Batu Bara 2024: Membuka Wawasan tentang Media Boardgame sebagai Sarana Edukasi

 

Pada Selasa, 12 November 2024, Kelas 1 Mebelgame KOMED Batu Bara sukses menggelar pertemuan pertamanya secara daring dengan tema "Pengantar tentang Media Boardgame". Acara ini diselenggarakan sebagai langkah awal bagi para peserta untuk memahami dasar-dasar media edukatif berbasis boardgame dan potensinya sebagai alat pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini merupakan Call to Action (CtA) dari KOMED (Komunitas Media Pembelajaran) Batu Bara. 

Dilaksanakan dari pukul 19.30 hingga 21.00 WIB melalui platform Google Meet, kegiatan ini berhasil menarik perhatian para peserta yang antusias untuk belajar. Webinar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari komunitas KOMED, termasuk Pembina KOMED Pusat yaitu Guru Ira, Pembina Wilayah KOMED Batu Bara Guru Ila, Koordinator KOMED Batu Bara Guru Sariadi, S.Pd., serta pengurus KOMED Batu Bara lainnya. Tak ketinggalan, acara ini juga diramaikan oleh 42 peserta CtA Kelas Mebelgame yang siap menimba ilmu dalam suasana virtual.

Acara dibuka oleh Moderator Mayank Sari Fitricia, S.Pd, yang menyambut seluruh peserta dengan hangat dan penuh antusiasme. Setelah pembukaan, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu KOMED, menambah rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota komunitas.

Agar kegiatan berjalan lancar dan penuh berkah, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Guru Zulkifli, S.Pd. Kemudian, Guru Sariadi, S.Pd selaku koordinator wilayah KOMED Batu Bara memperkenalkan komunitas KOMED, menekankan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam pendidikan modern, serta peran komunitas ini dalam memajukan media edukasi berbasis boardgame di Indonesia.


Materi Utama: Mengenal Media Boardgame

Acara inti yang dinantikan pun tiba. Citra Amalia, M.Pd., seorang praktisi media pembelajaran sekaligus pengurus KOMED Pusat, memaparkan materi bertajuk "Pengantar tentang Media Boardgame: Definisi dan Contoh-contoh Boardgame Edukatif." Ibu Citra menjelaskan bagaimana boardgame bisa menjadi alat yang efektif dalam pembelajaran. Dengan pendekatan interaktif, boardgame tidak hanya mendalamkan pemahaman konsep tetapi juga melatih keterampilan sosial dan problem-solving.

Melalui contoh-contoh boardgame edukatif yang disampaikan, para peserta mendapatkan gambaran berbagai jenis boardgame yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di berbagai bidang. Ibu Citra juga berbagi tips tentang cara mengintegrasikan boardgame dalam kegiatan belajar-mengajar untuk menciptakan suasana yang menyenangkan sekaligus mendidik.

Setelah pemaparan materi, sesi tanya jawab dibuka, memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya langsung kepada Ibu Citra. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari cara merancang boardgame edukatif hingga tips memotivasi siswa menggunakan media boardgame. Sesi ini berjalan dinamis dan menambah wawasan peserta mengenai implementasi boardgame dalam pembelajaran.



Sebagai penutup acara, seluruh peserta melakukan sesi foto bersama secara virtual, diikuti dengan pengisian absensi sebagai dokumentasi kegiatan. Kelas perdana ini sukses memberi inspirasi baru bagi para peserta tentang potensi boardgame sebagai media edukasi.

Kelanjutan Program Mebelgame KOMED Batu Bara

Setelah pertemuan daring pertama ini, program Mebelgame KOMED Batu Bara akan berlanjut dengan dua sesi berikutnya:

  • Kelas 2: "Manfaat Boardgame dalam Pembelajaran: Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kolaboratif, dan Menyenangkan". Kelas ini insya Allah akan diadakan secara luring pada Rabu, 20 November 2024. Dalam kelas ini, peserta akan mempelajari bagaimana boardgame bisa membantu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan keterlibatan dalam proses belajar. 

  • Kelas 3: "Praktik Langsung (Guru Mencoba Memainkan Boardgame) Sekaligus Panen Hasil Mebelgame". Insya Allah dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 November 2024, peserta akan diajak untuk mencoba langsung permainan boardgame yang telah mereka pelajari sekaligus memamerkan hasil kreasi Mebelgame mereka.




Kegiatan kelas Mebelgame KOMED Batu Bara ini diharapkan bisa semakin memperkaya wawasan dan keterampilan para peserta dalam mengembangkan media edukasi yang kreatif dan menyenangkan. Dengan materi yang mendalam dan kegiatan yang interaktif, program ini bertujuan untuk menjadikan boardgame sebagai alat pembelajaran yang efektif di berbagai lingkungan pendidikan.

Senin, 21 Oktober 2024

KOPEL: KOMED PEDULI LITERASI For Kids



Rabu, 9 Oktober 2024 - Dalam upaya mendorong literasi di kalangan anak-anak, KOMED (Komunitas Media Pembelajaran) Kabupaten Batubara melaksanakan kegiatan KOPEL (KOMED PEDULI LITERASI) For Kids. Kegiatan ini mengangkat tema "Petualangan Literasi: Bermain, Belajar, Berkarya," yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca serta kreativitas anak-anak melalui berbagai aktivitas interaktif.

Acara dimulai pada pukul 13.30, dibuka oleh MC, Guru Wulan, yang dengan semangat memandu peserta dalam memulai kegiatan. Selanjutnya, Koordinator KOMED Batubara, Bapak Sariadi, S.Pd, memberikan sambutan hangat. Dalam kata sambutannya, beliau menekankan pentingnya literasi sebagai dasar pendidikan yang kuat bagi anak-anak. Bapak Sariadi juga memimpin doa untuk meminta kelancaran dan keberkahan dalam acara tersebut.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembacaan dongeng yang dipandu oleh Guru Desi Mayaranis Chaniago. Dongeng yang disampaikan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung pesan moral yang penting. Melalui cerita yang menarik, anak-anak diajak untuk berimajinasi dan merasakan petualangan yang ada dalam setiap cerita.

Kegiatan berlanjut dengan Dinamika Kelompok, yang merupakan sesi diskusi kelompok dengan menggunakan strategi Fun Literasi Activity (FLA) yang dirancang untuk membuat proses literasi lebih menyenangkan. Dalam sesi ini, anak-anak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan literasi yang bertujuan meningkatkan keterampilan literasi mereka. Kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga memperkuat pemahaman anak-anak tentang materi literasi yang telah dipelajari.Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan tema literasi yang telah diperkenalkan sebelumnya. Dinamika ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berkolaborasi, berbagi ide, dan belajar dari satu sama lain. Dengan bimbingan para guru, seperti Guru Mayank, Guru Desi, Guru Titin, Guru Ridwan, Guru Ila, dan Guru Rahma, anak-anak diajak untuk lebih aktif dalam berdiskusi dan mengemukakan pendapat. 

Peserta kegiatan ini berasal dari tiga sekolah: UPT SD Negeri 02 Sei Bejangkar, UPT SD Negeri 17 Perkebunan Sei Bejangkar, dan UPT SD Negeri 08 Bangun Sari, dengan total 90 peserta. Keberagaman peserta dari berbagai sekolah menunjukkan kolaborasi yang baik dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan literasi.

Kegiatan berlangsung hingga pukul 16.00 dan ditutup dengan harapan dari Bapak Sariadi. Beliau berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus mencintai buku dan aktif berkarya. Diharapkan, setiap peserta dapat membawa semangat literasi ini ke lingkungan mereka, baik di rumah maupun di sekolah.

Dengan kegiatan KOPEL ini, KOMED Batu Bara menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi di kalangan anak-anak. Melalui berbagai kegiatan yang menarik dan edukatif, diharapkan anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga mampu berinovasi dan berkarya dengan pengetahuan yang mereka peroleh. Semangat terus menebar kebaikan, Tim Solid KOMED Batu Bara!

https://www.facebook.com/share/p/6XCK6FgC2ZkMGhBz/

Rabu, 14 Agustus 2024

PEMBELAJARAN GERHANA MATAHARI DAN GERHANA BULAN KELAS 6


 

ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE)

ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) adalah berbagai jenis permainan yang dirancang untuk membantu anak-anak belajar sambil bermain. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan motorik anak-anak melalui aktivitas yang menyenangkan dan interaktif.

APE biasanya melibatkan berbagai alat dan materi yang bisa mencakup:

  1. Puzzle: Membantu dalam pengembangan keterampilan pemecahan masalah dan koordinasi mata-tangan.
  2. Permainan Kartu dan Board Games: Mengajarkan konsep dasar matematika, strategi, dan keterampilan sosial.
  3. Mainan Kreatif: Seperti blok bangunan dan alat seni, yang mendukung kreativitas dan imajinasi.
  4. Permainan Fisik: Seperti bola dan peralatan olahraga mini, untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar.
  5. Alat Peraga Pendidikan: Seperti abacus, papan huruf, dan angka, yang mendukung pembelajaran konsep-konsep dasar.

Dengan menggunakan APE, anak-anak dapat belajar berbagai keterampilan penting dalam suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Contoh media APE 

KOTAK SITAKA PUBATA (Simpul Tali Angka dan Puzzle Bangun Datar) adalah media APE yang berisi 2 permainan, permainan mengenal huruf dengan menggunakan tali dan puzzle bangun datar

MOSUKA (Mobil Suku Kata) adalah Media pembelajaran berupa Alat Permainan Edukatif (APE) untuk membantu anak dalam belajar membaca suku kata. Media ini juga dilengkapi dengan permainan bola gelinding.






 

Minggu, 31 Maret 2024

CERITA ANAK : PESAWAT KERTAS AJAIB


Buku ini merupakan hasil produk dari mengikuti Pelatihan CTA KOMED Pusat 2023 berupa karya Buku Cerita Anak Dengan Teknologi AI yang diselenggarakan pada bulan September - Oktober 2023.

Paket lengkap, belajar nyusun cerita sampai mendesain ilustrasi gambar. Sempat bingung mau ambil cerita tentang apa, akhirnya memilih mengenalkan pesona yang ada di Kabupaten Batu Bara.

Yang mau kasih saran dan pendapat boleh ya teman-teman, khususnya para suhu yang sudah biasa menulis.




Wayang Rumah Ibadah dan Wayang Pengamalan Pancasila


Assalamu'alaikum sobat pembaca online.

Kali ini saya mau berbagi tentang media pembelajaran sederhana yang pernah saya gunakan ketika saya mengajar di kelas 4. Tetapi media ini bisa digunakan juga dari kelas 1 sampai kelas 6 ya. Karena materi tentang tempat ibadah dan pengalaman Pancasila dipelajari disemua jenjang kelas d SD. 

Media ini hanya terbuat dari gambar yang ditempel diatas kardus, lalu dikasih lidi/bambu kecil sebagai tangkainya. Bapak ibu guru bisa menggunakannya dengan cara bercerita, berdongeng, ataupun tanya jawab. Media ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak didik kita yang gaya belajarnya audio, visual, ataupun kinestetik. Jadi all in one ya... :-)

Semangat berkreasi Bapak/Ibu semua...  






Rabu, 24 Januari 2024

Jemuran SDA (Sumber Daya Alam)

 


Jemuran SDA adalah media pembelajaran yang mengajak anak-anak untuk dapat memberdakan Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui dan  Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui. Alat dan bahan yang digunakan cukup sederhana, hanya menggunakan karton, gambar, dan juga paper klip. 
Setelah dibuat judul dan dibuat garis berlubang siswa secara bergiliran menempatkan potongan gambar sesuai dengan pengklasifikasiannya. 

Setelah menggunakan media ini, murid saya menjadi lebih bersemangat dan lebih memahami materi tentang penggolongan Sumber Daya Alam. Hasil yang telah dibuat dapat di tempelkan di dinding kelas sebagai media literasi. 

Selasa, 23 Januari 2024

SONIKARTA (Media Proses Suara dapat di Dengar)


SONIKARTA (Media Proses Suara dapat di Dengar) adalah media yang digunakan untuk menjelaskan tentang proses masukkanya suara hingga dapat didengar. 

Cara Pembuatan

Bahan : 

  • Karton: Pilih karton yang cukup tebal untuk membuat dasar SONIKARTA.
  • Gambar Telinga: Gambar telinga manusia sebagai representasi organ pendengaran.
  • Pensil, Penggaris, dan Gunting: Untuk merencanakan dan memotong karton
Cara Pembuatan :
  • Siapkan semua bahan yang diperlukan.
  • Gunakan karton sebagai dasar SONIKARTA. Tentukan ukuran dan bentuk yang diinginkan.
  • Gunting karton sesuai dengan ukuran yang diinginkan
  • Tempelkan gambar telinga di bagian atas karton, sesuai dengan posisi yang diinginkan.
  • Pastikan gambar telinga menunjukkan struktur anatomi telinga manusia dengan jelas.
  • Tambahkan label pada bagian-bagian SONIKARTA untuk memberikan penjelasan singkat tentang fungsi masing-masing elemen.
  • Ini bisa berupa kata-kata atau panah yang menunjukkan arah perjalanan suara.
  • untuk suara dibuat sepert wayang, sehingga bisa digerak-gerakkan. 

Cara Penggunaan

  1. Persiapan:

    • Pastikan SONIKARTA sudah dalam kondisi yang baik dan tidak rusak.
    • Letakkan SONIKARTA di tempat yang mudah terlihat oleh audiens.
  2. Penjelasan Awal:

    • Jelaskan bahwa SONIKARTA adalah media yang digunakan untuk menjelaskan proses masuknya suara hingga dapat didengar.
    • Berikan gambaran umum tentang bagian-bagian SONIKARTA, seperti telinga dan perekam suara.
  3. Demonstrasi Gerakan:

    • Jelaskan bahwa elemen suara pada SONIKARTA dapat digerakkan seperti wayang.
    • Contoh gerakan dapat mencakup perjalanan gelombang suara dari telinga ke perekam suara.

  4. Langkah-langkah Penggunaan: a. Mulai dari Telinga:

    • Tunjukkan bagian telinga pada SONIKARTA.
    • Jelaskan bahwa suara pertama kali masuk melalui telinga.

    b. Perjalanan Suara:

    • Gerakkan elemen gambar atau simbol yang melambangkan suara dari telinga ke arah perekam suara.
    • Jelaskan bahwa suara mengikuti jalur ini untuk dapat didengar.

    c. Perekam Suara:

    • Fokuskan perhatian pada bagian perekam suara.
    • Jelaskan bahwa suara akhirnya direkam di sini dan dapat didengar.
  5. d. Ulangi Penjelasan:

    • Ulangi langkah-langkah di atas untuk memastikan pemahaman audiens.
    • Berikan penekanan pada hubungan antara telinga, perjalanan suara, dan perekam suara.
  6. e. Ajak Interaksi:

    • Libatkan audiens dengan mengajak pertanyaan atau meminta mereka untuk menggerakkan elemen-elemen SONIKARTA.
    • Pastikan audiens dapat mengikuti penjelasan dengan melihat pergerakan elemen.
  7. f. Diskusi Lanjutan:

    • Buka sesi diskusi untuk pertanyaan atau tanggapan dari audiens.
    • Jelaskan lebih lanjut tentang fungsi-fungsi khusus pada SONIKARTA jika diperlukan.
  8. g. Penutup:

    • Akhiri sesi dengan merangkum poin-poin utama.
    • Ajak audiens untuk mengamati SONIKARTA lebih lanjut setelah sesi berakhir.

Dengan menggunakan pendekatan interaktif dan demonstratif, penggunaan SONIKARTA dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi audiens. Pastikan untuk memastikan keterlibatan mereka dalam sesi penjelasan.

Sabtu, 20 Januari 2024

MEDIA KOPACE (Kotak Panggung Cerita)


Media pembelajaran yang saya beri nama (Kotak Panggung Cerita) ini adalah media sederhana yang terbuat dari kardus bekas yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terbentuk seperti panggung pertunjukan.

Adapun langkah-langkah dalam perencanaan pembuatan Media KOPACE adalah : 
  1. Menganalisis kebutuhan, minat, dan cakupan materi. Dilakukan dengan cara melakukan observasi terhadap hal yang disukai oleh murid. 

  2. Mendesain media pembelajaran yang akan dibuat

  3. Menyiapkan alat dan bahan

  4. Membuat media pembelajaran KOPACE

  5. Menggunakan media KOPACE di dalam proses pembelajaran di kelas


Sedangkan langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran dengan media KOPACE adalah sebagai berikut :

1)      Mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas

2)   Berbaris di depan kelas, mengingatkan siswa agar tetap mematuhi protocol kesehatan dengan yel-yel cegah corona

3)     Masuk ke dalam kelas lalu mengisi absen

4)     Pembelajaran diawali dengan doa

5)    Menciptakan suasana yang menyenangkan dan motivasi dengan yel-yel kelas, yang terdiri dari “tepuk semangat”, “yel anak kelas 4”, “tepuk PPK dan salam PPK”.

6)   Menggunakan media KOPACE dalam pembelajaran, pada materi memahami unsur intrinsik dari cerita fabel (dongeng hewan).

7)   Siswa mencoba bercerita dengan menggunakan KOPACE

8)  Siswa mengerjakan tugas berupa menuliskan unsur intrinsik yang ada pada cerita fabel tersebut dalam bentuk peta konsep model pohon, dan menempelkannya di Pojok Batas (Pojok Baca dan Kreativitas).

9)   Siswa merefleksikan diri setelah pembelajaran selesai dengan menggunakan media “Perasaanku Hari ini”


        Setelah melakukan pembelajaran dengan medai KOPACE ini selain menambah rasa percaya diri murid, juga meningkatkan motivasi murid dalam berliterasi. 

Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif

Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...