Penyebab Air Laut
Terasa Asin
Air laut berasal dari air hujan yang turun
yang mengalir melalui sungai-sungai dan pada akhirnya bermuara di laut, setelah
itu akan mengalami menguap menjadi awan dan turun kembali menjadi hujan.
Sepanjang proses tersebut, air yang mengalir melalui sungai-sungai membawa
garam-garam mineral seperti kalium, kalsium, natrium dan lain-lain.
Garam-garam mineral tersebut didapatkan dari
batu-batuan serta kerak bumi yang dilalui sepanjang air mengalir. Saat sampai
di laut, garam-garam mineral tersebut tetap tinggal sedangkan H2O menguap
menjadi awan. Garam-garam mineral yang tinggal inilah yang membuat air laut
menjadi asin.
Tingkat keasinan air laut di setiap bagian
dunia berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh keadaan suhu yang berbeda-beda.
Sebagai contoh Laut Mati di Israel, karena suhu yang panas, penguapan yang
dilakukan pun lebih besar sehingga tingkat keasinan air lautnya semakin tinggi.
Kadar
garam Laut Mati sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan air laut pada umumnya
sehingga airnya pun 9 kali lebih asin dibandingkan air laut biasa.
MENGAPA AIR HUJAN ASIN
Hujan terbentuk
karena penguapan air yang ada di Bumi. Seperti diketahui, kumpulan air paling
besar di Bumi berada di samudera. Jika air di laut terasa asin, lalu kenapa air
hujan tidak? Seperti dilansir dari berbagai sumber, Rabu (18/5/2016), Matahari
memancarkan energi ke permukaan Bumi termasuk permukaan laut, dan setiap meter
persegi mendapat energi rata-rata sekira 1 kilowatt, sehingga 1.000 joule per
detik. Hal ini memberikan energi untuk partikel air di laut dan jelas
melarutkan beberapa ion seperti, natrium dan klorida yang menyebabnya laut
asin.
Meski molekul air
lengket dan tetap berpegang pada molekul air lain karena mereka molekul dipol,
sinar Matahari dapat mematahkan ikatan molekul air tersebut, menahannya di
dalam air, dan dapat melarikan diri sebagai uap air. Dari sini, uap air menuju
atmosfer Bumi dengan membawa kandungan beberapa zat terlarutnya.
Sementara itu, garam yang
memiliki massa jenis lebih berat tetap bertahan di laut. Banyaknya konsentrasi
garam di laut terus terlarut dengan datangnya hujan atau air dari sungai, namun
jumlahnya tidak sanggup membuat air laut menjadi lebih tawar.
Di sisi lain, air yang
kita minum tidak terasa asin karena mereka sudah mengalami proses pelapukan
saat meresap di dalam tanah atau penyaringan di mana rasa asin dari mineral
garam terlalu rendah konsentrasinya di dalam air.
MENGAPA MANDI AIR
HUJAN MEMBUAT SAKIT
Jawabannya ternyata adalah benar.
Banyak kasus dimana anak-anak maupun orang dewasa yang menerobos hujan saat
melakukan perjalanan berujung pada sakit flu, sakit kepala, hingga demam tinggi
yang tentu membuat cemas. Bagaimana hal ini bias terjadi? Perubahan suhu yang
mendadak, dari suhu kering nan panas ke dingin saat hujan bisa membuat sistem
kekebalan tubuh melemah sehingga penyakit layaknya flu, demam, atau sakit
kepala bisa menyerang. Sistem kekebalan tubuh juga cenderung mudah untuk
diserang penyakit mengingat suhu udara dingin saat hujan berlangsung bisa
membuat kita menjadi mudah sakit.
Disamping karena faktor perubahan suhu, air
hujan sendiri ternyata bisa menjadi penyebar virus dan bakteri alami sehingga
bisa membuat tubuh anda rentan akan serangan banyak virus dan bakteri penyebar
penyakit. Air hujan yang cenderung bersifat asam tentu akan sangat berbeda
dengan air tanah. Kandungan asam inilah yang diyakini memicu seseorang terkena
sakit kepala dan berbagai penyakit lainnya.
