Rabu, 24 Januari 2024

Jemuran SDA (Sumber Daya Alam)

 


Jemuran SDA adalah media pembelajaran yang mengajak anak-anak untuk dapat memberdakan Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui dan  Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui. Alat dan bahan yang digunakan cukup sederhana, hanya menggunakan karton, gambar, dan juga paper klip. 
Setelah dibuat judul dan dibuat garis berlubang siswa secara bergiliran menempatkan potongan gambar sesuai dengan pengklasifikasiannya. 

Setelah menggunakan media ini, murid saya menjadi lebih bersemangat dan lebih memahami materi tentang penggolongan Sumber Daya Alam. Hasil yang telah dibuat dapat di tempelkan di dinding kelas sebagai media literasi. 

Selasa, 23 Januari 2024

SONIKARTA (Media Proses Suara dapat di Dengar)


SONIKARTA (Media Proses Suara dapat di Dengar) adalah media yang digunakan untuk menjelaskan tentang proses masukkanya suara hingga dapat didengar. 

Cara Pembuatan

Bahan : 

  • Karton: Pilih karton yang cukup tebal untuk membuat dasar SONIKARTA.
  • Gambar Telinga: Gambar telinga manusia sebagai representasi organ pendengaran.
  • Pensil, Penggaris, dan Gunting: Untuk merencanakan dan memotong karton
Cara Pembuatan :
  • Siapkan semua bahan yang diperlukan.
  • Gunakan karton sebagai dasar SONIKARTA. Tentukan ukuran dan bentuk yang diinginkan.
  • Gunting karton sesuai dengan ukuran yang diinginkan
  • Tempelkan gambar telinga di bagian atas karton, sesuai dengan posisi yang diinginkan.
  • Pastikan gambar telinga menunjukkan struktur anatomi telinga manusia dengan jelas.
  • Tambahkan label pada bagian-bagian SONIKARTA untuk memberikan penjelasan singkat tentang fungsi masing-masing elemen.
  • Ini bisa berupa kata-kata atau panah yang menunjukkan arah perjalanan suara.
  • untuk suara dibuat sepert wayang, sehingga bisa digerak-gerakkan. 

Cara Penggunaan

  1. Persiapan:

    • Pastikan SONIKARTA sudah dalam kondisi yang baik dan tidak rusak.
    • Letakkan SONIKARTA di tempat yang mudah terlihat oleh audiens.
  2. Penjelasan Awal:

    • Jelaskan bahwa SONIKARTA adalah media yang digunakan untuk menjelaskan proses masuknya suara hingga dapat didengar.
    • Berikan gambaran umum tentang bagian-bagian SONIKARTA, seperti telinga dan perekam suara.
  3. Demonstrasi Gerakan:

    • Jelaskan bahwa elemen suara pada SONIKARTA dapat digerakkan seperti wayang.
    • Contoh gerakan dapat mencakup perjalanan gelombang suara dari telinga ke perekam suara.

  4. Langkah-langkah Penggunaan: a. Mulai dari Telinga:

    • Tunjukkan bagian telinga pada SONIKARTA.
    • Jelaskan bahwa suara pertama kali masuk melalui telinga.

    b. Perjalanan Suara:

    • Gerakkan elemen gambar atau simbol yang melambangkan suara dari telinga ke arah perekam suara.
    • Jelaskan bahwa suara mengikuti jalur ini untuk dapat didengar.

    c. Perekam Suara:

    • Fokuskan perhatian pada bagian perekam suara.
    • Jelaskan bahwa suara akhirnya direkam di sini dan dapat didengar.
  5. d. Ulangi Penjelasan:

    • Ulangi langkah-langkah di atas untuk memastikan pemahaman audiens.
    • Berikan penekanan pada hubungan antara telinga, perjalanan suara, dan perekam suara.
  6. e. Ajak Interaksi:

    • Libatkan audiens dengan mengajak pertanyaan atau meminta mereka untuk menggerakkan elemen-elemen SONIKARTA.
    • Pastikan audiens dapat mengikuti penjelasan dengan melihat pergerakan elemen.
  7. f. Diskusi Lanjutan:

    • Buka sesi diskusi untuk pertanyaan atau tanggapan dari audiens.
    • Jelaskan lebih lanjut tentang fungsi-fungsi khusus pada SONIKARTA jika diperlukan.
  8. g. Penutup:

    • Akhiri sesi dengan merangkum poin-poin utama.
    • Ajak audiens untuk mengamati SONIKARTA lebih lanjut setelah sesi berakhir.

Dengan menggunakan pendekatan interaktif dan demonstratif, penggunaan SONIKARTA dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi audiens. Pastikan untuk memastikan keterlibatan mereka dalam sesi penjelasan.

Sabtu, 20 Januari 2024

MEDIA KOPACE (Kotak Panggung Cerita)


Media pembelajaran yang saya beri nama (Kotak Panggung Cerita) ini adalah media sederhana yang terbuat dari kardus bekas yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terbentuk seperti panggung pertunjukan.

Adapun langkah-langkah dalam perencanaan pembuatan Media KOPACE adalah : 
  1. Menganalisis kebutuhan, minat, dan cakupan materi. Dilakukan dengan cara melakukan observasi terhadap hal yang disukai oleh murid. 

  2. Mendesain media pembelajaran yang akan dibuat

  3. Menyiapkan alat dan bahan

  4. Membuat media pembelajaran KOPACE

  5. Menggunakan media KOPACE di dalam proses pembelajaran di kelas


Sedangkan langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran dengan media KOPACE adalah sebagai berikut :

1)      Mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas

2)   Berbaris di depan kelas, mengingatkan siswa agar tetap mematuhi protocol kesehatan dengan yel-yel cegah corona

3)     Masuk ke dalam kelas lalu mengisi absen

4)     Pembelajaran diawali dengan doa

5)    Menciptakan suasana yang menyenangkan dan motivasi dengan yel-yel kelas, yang terdiri dari “tepuk semangat”, “yel anak kelas 4”, “tepuk PPK dan salam PPK”.

6)   Menggunakan media KOPACE dalam pembelajaran, pada materi memahami unsur intrinsik dari cerita fabel (dongeng hewan).

7)   Siswa mencoba bercerita dengan menggunakan KOPACE

8)  Siswa mengerjakan tugas berupa menuliskan unsur intrinsik yang ada pada cerita fabel tersebut dalam bentuk peta konsep model pohon, dan menempelkannya di Pojok Batas (Pojok Baca dan Kreativitas).

9)   Siswa merefleksikan diri setelah pembelajaran selesai dengan menggunakan media “Perasaanku Hari ini”


        Setelah melakukan pembelajaran dengan medai KOPACE ini selain menambah rasa percaya diri murid, juga meningkatkan motivasi murid dalam berliterasi. 

Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif

Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...