Senin, 21 Februari 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri

Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan beraneka cara dan media.

Panduan Pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri)

  • Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Filosofi pratab triloka ki hajar dewantara dan pengambilan keputusan. Filosofi pratab triloka ki hajar dewantara, filosofi ini dikenal hingga saat ini yaitu ing ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani. Melalui pemikiran tersebut, maka patut kiranya seorang pendidik bisa menjadi contoh atau teladan bagi anak didiknya, baik dari kata-kata dan perbuatan. Seorang pendidik tidak hanya menguasai kompetendi profesional dan pedagogik, namun dari sisi sosial dan kepribadian pun patut menjadi panutan bagi anak didiknya. Makna ing ngarso sung tulodo adalah di depan mampu memberikan teladan seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan sebaiknya perlu analisi dan berbagai pertimbangan.  hal ini disebabkan keputusan yang akan dibuatnya akan dijadikan contoh bagi peserta didik baik di kelas maupun di sekolah. Makna ing madyo Mangun Karso yaitu di tengah membangun karsa atau kemauan atau semangat maksudnya keputusan yang diambil seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya bisa mempertimbangkan dan memberikan karso kemauan dan semangat bagi murid-muridnya. Makna Tut Wuri Handayani yaitu dari belakang mendukung. intinya adalah dari belakang keputusan yang diambil seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya mampu memberikan dukungan fisik dan dukungan moral kepada murid-murid di sekolahnya

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang ada dalam diri tentu saja berpengaruh pada prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang akan kita ambil.  ketika seorang guru sudah kehilangan idealismenya dan mengutamakan kepentingan pribadi atau seorang guru sudah tidak lagi menerapkan nilai kejujuran dalam kesehariannya maka dalam pengambilan keputusan bukan tidak mungkin sebagai pemimpin pembelajaran guru lebih mengutamakan kepentingan pribadinya dibandingkan dengan tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Namun Jika seorang guru tetap memegang teguh nilai kejujuran, keyakinan kepada agamanya yang dianut bahwa semua keputusan yang akan diambil nya akan dipertanggungjawabkan kelak di hari akhir, maka ketika pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran guru tetap akan berpegang teguh pada keyakinan nya karena ia tahu semua keputusan itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti

  • Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Aktivitas terbimbing melalui kegiatan coaching membantu seseorang terutama pendidik dalam menggali informasi yang dibutuhkan sebelum pengambilan keputusan. Pendampingan yang diberikan pendamping saat sesi coaching  tentu saja sangat membantu guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan.  Pda sesi coaching guru sebagai coach mampu mengeksplore berbagai solusi optimal serta mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tentunya hal ini akan berimbas akan menghasilkan keputusan yang berpihak pada murid  dengan tetap mengoptimalkan potensi yang ada pada diri peserta didik. 

 

 Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

 

Pada saat pengambilan keputusan dilakukan, seorang guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosional agar proses pengambilan keputusan dilakukan secara sadar penuh, sadar dengan  berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada. Ketika seorang guru telah menguasai pengetahuan dan keterampilan  serta sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional, maka di saat putusan diambil tujuan yang diharapkan adalah tujuan positif, putusan yang diambil juga bertanggung jawab. Kesadaran akan aspek sosial emosional di saat mengambl keputusan juga dapat menekan perilaku seorang pendidik terutama saat dihadapkan permasalahan yang mengandung dilema etika. Di saat guru dihadapkan pada kasus tertentu yang menuntutnya untuk memberi keputusan, mekanisme otak akan mengarahkan diri untuk berhenti, kemudian menarik nafas panjang, hingga memberikan waktu untuk memahami dengan baik kasus yang dihadapi. Guru juga akan mencari tau apa yang dirasakan murid dan mau mendengarkan denan penuh perhatian. Respon guru yang berkesadaran penuh ini lah yang akan mempengaruhi putusan yang diambil.

 

 

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Seorang pendidik dalam menjalankan perannya sering dihadapkan dalam situasi yang meragukan hingga menyebabkan timbulnya rasa takut untuk mengambil keputusan. Ketika seorang guru dihadapkan dalam dilema etika ataupun bujukan moral, maka prinsip dan paradigma yang tepat dapat membantunya untuk mengambil keputusan. Sedangkan dalam kasus moral, , nilai kebajikan yang tertanam dalam diri seorangg guru akan menjadi penentu putusan yang diambil. Pembahasan studi kasus yang fokus pada moral atau etika sebelum mengetahui tentang paradigma dilemma. prinsip resolusi dan 9 langkah pengambilan keputusan. pembahasan kasus lebih ditekannka pada nilai-nilai yang dianut oleh pendidik dengan pertimbangan lingkungan yang ada. selain itu pembahasan juga hanya berdasar itu isi dari keyakinan yang dianut

 

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat yang pertama melihat paradigma etika yang terdiri dari individu lawan masyarakat. rasa keadilan lawan rasa kasihan . kebenaran lawan kesetiaan dan jangka pendek  

Ke 2 prinsip resolusi yang terdiri dari berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berpasir peraturan, dan berpikir berbasis rasa peduli. Yang ke 3 : 9 langkah pengambilan keputusan yang terdiri dari 1 mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan 2 menentukan siapa yang terlibat 3 mengumpulkan data yang relevan 4 pengujian benar atau salah yang terdiri dari uji legal, uji regulasi atau profesionalitas , uji intuisi, uji halaman depan koran dan uji panutan atau tokoh idola. 5. Pengujian paradigm benar lawan benar, 6. Melakukan prinsip resolusi, 7 investigasi opsi terima 8 buat keputusan 9 lihat lagi keputusan dan refleksikan

 

  • Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Kesulitan-kesulitan yang ada di lingkungan ketika mengambil keputusan kasus dilema etik antara lain, nilai dan budaya masyarakat di lingkungan, paradigma berpikir serta memiliki skala prioritas karena dalam dilema etika semua adalah benar

  

  • Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

 

Pengambilan keputusan yang tepat Tentu saja akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif kondusif dan hal ini akan berimbas pada merdeka belajar ketika mampu memilah dan memilih hal yang baik dalam meningkatkan bakat dan potensi yang ada dalam dirinya

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

 

Keputusan yang diambil guru sebagai pembimbing pembelajaran tentu akan mempengaruhi kehidupan atau masa depan muridnya. Mengajarkan anak menghitung itu baik, tapi saat guru mengajarkan anak untuk mengerti apa yang berharga dan utama adalah yang terbaik. Mengajarkan berhitung memang memerlukan waktu, tapi mengajarkan mengerti yang utama dan berharga membutuhkan keteladanan, proses pembiasaan yang lama hingga nantinya akan menjadi budaya

 

  • Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Guru sebagai pengambil keputusan mempunyai peran yang utama dalam mengajar dan mendidik anak terutama dari budi pekertinya. budaya positif yang tumbuh di sekolah kompetensi sosial emosional yang matang, tentu saja mendukung guru dalam mengambil keputusan di sekolah ditambah dengan penerapan pembelajaran terintegrasi pembelajaran diferensiasi membuat guru bisa mengoptimalkan kemampuan murid melalui proses coaching yang tepat


Top of Form

Bottom of Form

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif

Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...