Rabu, 18 Januari 2023

Bintang Perkalian

Salam berbagi....

Pada umumnya pada tingkat sekolah dasar para anak didik sudah mengenal perkalian dari kelas satu, namun faktanya sampai kelas 4 pun masih banyak yang belum mampu untuk menghafal perkalian dengan lancar. Sebenarnya wajib menghafal perkalian adalah sebagai pendukung untuk bisa menyelesaikan kompetensi pelajaran selanjutnya. Tergantung bagaimana cara kita sebagai guru agar siswa dapat mengingat perkalian tanpa memaksa mereka untuk menghafal mati perkalian tersebut. 

Yang kita ketahui bahwa setiap anak memiliki gaya belajarnya masing-masing. Ada yang gaya belajar dengan melihat, mendengarkan, atau bergerak. Nah, ketiga hal itulah yang saya coba terapkan di dalam kelas. 

1. Setiap pagi anak-anak akan bersama-sama untuk mengucapkan perkalian secara lantang. 

2. Menyediakan tabel perkalian di meja belajar masing-masing anak dan di depan kelas

3. Membuat bintang Perkalian.

Bintang Perkalian merupakan cara yang dilakukan untuk memotivasi anak untuk melihat pencapaian perkalian yang sudah dihafalnya, sekaligus memotivasi anak untuk saling berlomba mendapatkan bintang. Waktu untuk menyetor perkalian adalah setiap hari Sabtu. Anak diberikan waktu untuk menghafal perkalian di depan kelas, jika sudah lancar akan diberikan bintang yang anak mereka tempel sendiri di tempat yang sudah disediakan. 

Sejauh ini, cara yang saya lakukan telah menambah ingatan mereka untuk perkalian. Saya beranggapan bahwa kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang akan menempel lebih kuat di dalam ingatan dengan sendirinya tanpa kita paksakan. 




Sabtu, 06 Agustus 2022

Cap Jempol Kesepakatan Kelas

Pada artikel sebelumnya saya pernah menuliskan tentang Kesepakatan Kelas dan aksi nyata yang sudah dilakukan di kelas 4. (https://mayanksarifitricia30.blogspot.com/2021/12/membuat-kesepakatan-kelas-budaya-positif.html). 

Untuk kelas 4 tahun ajaran ini saya juga tetap membuat kesepakatan kelas dengan cara yang sama pula. 

Minggu pertama sekolah adalah moment yang paling tepat untuk membuat kesepakatan kelas. 

Masih dengan cara yang sama yang pernah dituliskan pada artikel sebelumnya yaitu :

  1. Anak-anak dijelaskan dahulu makna dari kesepakatan kelas
  2. Setiap anak menuliskan satu kesepakatan kelas di kertas yang sudah disediakan
  3. Guru membacakan dan menuliskannya di papan tulis.
  4. Guru menyederhanakan kalimat yang dituliskan siswa dengan kata-kata yang bersifat umum. Menggunakan kalimat positif yang tidak terlalu panjang.
  5. Hasil dari kesepakatan yang dibuat ditempelkan di depan kelas.
Untuk tahun ini yang agak berbeda dari tahun sebelumnya adalah anak-anak saya ajak untuk membuat cap jempol sebagai tanda sahnya kesepakatan yang telah dibuat. Awalnya mau membuatnya dengan tanda tangan, hanya saja karena banyak yang belum bisa jadi saya ganti dengan cap jempol. Setelah ketua kelas membacakan secara lantang dan diikuti semua siswa kesepatakan kelas itu pun disahkan dan mulai berlaku. Saya berharap dengan hal tersebut anak-anak lebih merasakan adanya Kesepakatan Kelas itu, sehingga bukan hanya menjadi tempelan dinding kelas semata. Sesekali perlu diulang kembali dibacakan, untuk mengingatkan kembali.



Jangan pesimis ketika kebermanfaatan penanaman budaya positif yang telah kita lakukan belum terasa maksimal hasilnya. Karena butuh proses yang yang panjang untuk merubah habit seseorang. Teringat kata instruktur ketika di PPGP, beliau mengatakan perlu 4 tahun lamanya merubah satu sekolah untuk menerapkan budaya positif. Jadi mulailah dari hal yang kecil, dan dari sekarang. Secuil hal positif yang kita lakukan pasti akan ada manfaatnya, kalau bukan hari ini, esok, atau lusa.

(Maaf untuk foto kurang lengkap, sempat kelupaan ambil foto ketika moment siswa menuliskan kesepakatan di kelas) 

Kliping Jenis-Jenis Daun

Tidak hanya manusia, daun juga mempunyai tulang. Pada pembelajaran kali ini anak kelas 4 akan mengamati langsung bentuk tulang pada daun. Sebelumnya guru sudah menjelaskan tentang 4 jenis daun berdasarkan tulangnya, daun menyirip, daun menjari, daun melengkung, dan daun sejajar. Masing-masing anak sudah membawa beberapa daun untuk dikelompokkan. 

Untuk tugas kali ini anak-anak sekaligus diperkenalkan dengan pembuatan kliping sederhana, karena ini adalah yang pertama kalinya peran guru sangat dibutuhkan untuk menuntun mereka. Jadi untuk covernya masih dibantu oleh guru ya...





Dari kegiatan pembelajaran kali ini tidak hanya materi IPAS dan pembuatan kliping yang di dapat, tapi juga tentang gotong royong, kreatif, dan bernalar kristis. Ada kerja sama dengan sesama tim, saling belajar untuk mengidentifikasi jenis daun. Berpikir kritis dalam menalar jenis daun apakah yang di bawa nya, dan kreatif tentang bagaimana kliping ini akan terlihat bagus dan rapi. 

_______________________________

Membiarkan anak untuk merdeka dalam belajar memang tidak mudah, karena mungkin pikiran kita masih cenderung suka dengan pembelajaran yang tenang di dalam kelas. Begitu juga dengan anak didik yang mungkin agak over dalam melaksanakan kegiatan yang kita lakukan. Tetap refleksi diri apa yang sudah baik dan apa yang harus diperbaiki. Karena guru harus tetap belajar walau sudah mengajar. 


#merdekabelajar

#merdekamengajar

#kurikulummerdeka

Sabtu, 30 Juli 2022

Yuk Mengenal Pancasila

Salah satu hal penting dalam Kurikulum Merdeka Belajar adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila di dalam pembelajaran. Yang dikenal dengan Profil Pelajar Pancasila. Memang dari kelas satu Pancasila sudah diajarkan, namun diawal kelas 4 tidak ada salahnya kita mengupas kembali tentang Lambang Pancasila. 

Awalnya anak-anak membentuk satu lingkaran besar. Untuk menceritakan tentang permainan yang akan dilakukan.

Dengan menggunakan potongan kertas yang berisi lambang disetiap sila Pancasila, isi setiap sila, dan juga angka pada silanya. Anak-anak disuruh untuk memasangkannya dengan benar. Misalnya anak yang mendapatkan lambang bintang harus mencari temannya yang memegang kertas bertuliskan sila 1 dan teman yang memegang kertas yang bertuliskan "Ketuhanan yang Maha Esa". Begitu juga untuk sila ke dua hingga sila ke lima. 




Terlihat mereka sangat antusias dalam melakukan permainan ini. ☺️

Tak terasa bel istirahat berbunyi, dan terdengar celetukan "belum belajar udah main-main". Padahal dari bel masuk tadi mereka sudah belajar tapi gak menyadari bahwa itu adalah belajar... 🤭

Pembelajaran dilanjutkan setelah bel masuk berbunyi. Kali ini mereka akan belajar secara berkelompok. Mengamati bagian-bagian yang ada di Burung Garuda. Seperti jumlah bulu pada sayap, jumlah ekor, dan lain sebagainya.




Pada hari sebelumnya anak-anak sudah diperkenalkan dahulu dengan mewarnai burung Garuda. Jadi akan lebih mudah ketika mereka harus mengamati bagian-bagian dari burung Garuda tersebut.

Setelah itu persentase tugas kelompok dan menempelkan hasilnya di depan kelas. Dan jangan lupa tetap refleksi setelahnya ya...






#merdekabelajar
#merdekamengajat
#kurikulummerdeka

Kamis, 28 Juli 2022

Kacang Hijau vs Toge

"Bu, kacang hijaunya kok tumbuh jadi toge y Bu ?"

"Bu, yang kena matahari daunnya kok hijau?"

"Bu, tanamanku udah panjang kali"

"Bu, tanamanku gak tumbuh"

Ada aja celoteh setiap harinya ketika di sekolah...😁

Kali ini, anak kelas 4 ditugaskan untuk melakukan pengamatan tentang pertumbuhan pada tanaman kacang hijau sekaligus melihat peran matahari pada proses fotosintesis. Hal ini juga merupakan proyek pengembangan profil Pancasila point mandiri dan bernalar kritis. Anak-anak ditugaskan secara mandiri mulai dari menanam hingga merawatnya selama kurang lebih 5 hari. Anak-anak juga diberi ruang untuk melatih berpikir kritis tentang perbedaan yang terjadi antara kedua tumbuhan yang ditanam. Apa saja manfaat dari matahari dan apa yang terjadi jika tidak ada matahari .

Dimulai dari menanam kacang hijau dengan media tissue, anak-anak terlihat antusias untuk mencoba membuatnya sendiri. Sesekali terlihat saling membantu temannya yang mengalami kesulitan. Setelah itu dibuat nama dan tanda "A" untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang ada cahaya mataharinya dan tanda "B" untuk tanaman yang diletakkan di tempat yang sedikit/tidak ada cahaya mataharinya. Lalu di bawa pulang ke rumah dan diberikan tugas untuk mengamati dan merawat tanaman tersebut hingga 5 hari ke depan. 






Setelah 5 hari tanaman tersebut dibawa kembali ke sekolah. Kemudian anak-anak diajak melihat perbedaan kedua tumbuhan tersebut. Merefleksikan apa yang terjadi selama 5 hari tersebut, apa perasaan mereka, dan apa saja yang mereka lakukan selama 5 hari terhadap tanaman yang mereka tanam. 


Trus kenapa bisa jadi toge?
Biji kacang hijau disemai jadi kecambah. Kalau kecambah ini diambil terus dimasak atau dijual, jadi sayuran. Kalau ditanam di tanah dan tumbuh, maka akan jadi tanaman yang lama-lama akan muncul buah seperti kacang panjang. Kalau dibiarkan sampai tua bijinya berupa kacang hijau.

Kali ini cukup jadi toge aja ya, walaupun sudah kepanjangan.. 😅

Hasil tanaman yang telah merubah menjadi toge dapat ditambahkan materi tentang manfaat makan sayur-sayuran. Setelah penelitian selesai toge bisa dipanen. Walaupun sudah panjang masih bisa dimakan ya, dicampur ke mie juga enak... ☺️


#kurikulummerdeka
#merdekabelajar
#merdekamengajar

Senin, 18 Juli 2022

Menjadi Peneliti Cilik

Mata pelajaran terakhir biasanya udah malas-malasan dan pengen cepat pulang. Untuk mengantisipasi hal itu kali ini kita coba belajar di luar yuk dengan menjadi Peneliti Cilik. 

Misi peneliti cilik kali ini adalah mengamati bagian-bagian tumbuhan yang ada di sekitar sekolah.

Sama seperti anggota tubuh kita, bagian tubuh tumbuhan juga memiliki peran dan fungsinya masing-masing.

Diawali dengan pertanyaan esensial 

  1. Apa saja bagian tubuh dari tumbuhan ?
  2. Apa fungsi dari setiap bagian tubuh tumbuhan ?
Setelah mendengar arahan dari guru tentang apa yang harus dilakukan siswa dan menuliskan format laporan yang akan diisi di lapangan nanti, siswa diajak keluar kelas untuk melakukan misi tersebut. 

Tetap ada refleksi disetiap pembelajaran, baik oleh siswa ataupun guru.

Refleksi dari siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap bagian tubuh pada tumbuhan dan perasaan siswa saat pembelajaran berlangsung.

Sedangkan refleksi dari guru, masih perlu belajar untuk bisa mengontrol siswa di lapangan dan menghadapi gangguan dari murid lain. 

#merdekabelajar

#merdekamengajar

#guruharusbelajar


Jumat, 06 Mei 2022

Kumpulan Aksi Nyata Pendidikan Guru Penggerak

 Assalamu'alaikum, salam sehat dan bahagia bagi seluruh guru hebat yang ada di Indonesia.

Kali ini saya akan berbagi tentang aksi nyata yang saya lakukan selama PPGP.

1.1.a.10. Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah


1.2.a.10 Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak






Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif

Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...