Jumat, 06 Mei 2022

Kumpulan Aksi Nyata Pendidikan Guru Penggerak

 Assalamu'alaikum, salam sehat dan bahagia bagi seluruh guru hebat yang ada di Indonesia.

Kali ini saya akan berbagi tentang aksi nyata yang saya lakukan selama PPGP.

1.1.a.10. Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hadjar Dewantara di Kelas dan Sekolah


1.2.a.10 Aksi Nyata Nilai dan Peran Guru Penggerak






Senin, 21 Februari 2022

3.1.a.9. Koneksi Antarmateri

Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP membuat kesimpulan (sintesis) dari keseluruhan materi yang didapat, dengan beraneka cara dan media.

Panduan Pertanyaan untuk membuat Rangkuman Kesimpulan Pembelajaran (Koneksi Antarmateri)

  • Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Filosofi pratab triloka ki hajar dewantara dan pengambilan keputusan. Filosofi pratab triloka ki hajar dewantara, filosofi ini dikenal hingga saat ini yaitu ing ngarso sung tulodo ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani. Melalui pemikiran tersebut, maka patut kiranya seorang pendidik bisa menjadi contoh atau teladan bagi anak didiknya, baik dari kata-kata dan perbuatan. Seorang pendidik tidak hanya menguasai kompetendi profesional dan pedagogik, namun dari sisi sosial dan kepribadian pun patut menjadi panutan bagi anak didiknya. Makna ing ngarso sung tulodo adalah di depan mampu memberikan teladan seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan sebaiknya perlu analisi dan berbagai pertimbangan.  hal ini disebabkan keputusan yang akan dibuatnya akan dijadikan contoh bagi peserta didik baik di kelas maupun di sekolah. Makna ing madyo Mangun Karso yaitu di tengah membangun karsa atau kemauan atau semangat maksudnya keputusan yang diambil seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya bisa mempertimbangkan dan memberikan karso kemauan dan semangat bagi murid-muridnya. Makna Tut Wuri Handayani yaitu dari belakang mendukung. intinya adalah dari belakang keputusan yang diambil seorang guru sebagai pemimpin pembelajaran hendaknya mampu memberikan dukungan fisik dan dukungan moral kepada murid-murid di sekolahnya

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang ada dalam diri tentu saja berpengaruh pada prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang akan kita ambil.  ketika seorang guru sudah kehilangan idealismenya dan mengutamakan kepentingan pribadi atau seorang guru sudah tidak lagi menerapkan nilai kejujuran dalam kesehariannya maka dalam pengambilan keputusan bukan tidak mungkin sebagai pemimpin pembelajaran guru lebih mengutamakan kepentingan pribadinya dibandingkan dengan tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Namun Jika seorang guru tetap memegang teguh nilai kejujuran, keyakinan kepada agamanya yang dianut bahwa semua keputusan yang akan diambil nya akan dipertanggungjawabkan kelak di hari akhir, maka ketika pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran guru tetap akan berpegang teguh pada keyakinan nya karena ia tahu semua keputusan itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti

  • Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Aktivitas terbimbing melalui kegiatan coaching membantu seseorang terutama pendidik dalam menggali informasi yang dibutuhkan sebelum pengambilan keputusan. Pendampingan yang diberikan pendamping saat sesi coaching  tentu saja sangat membantu guru sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan.  Pda sesi coaching guru sebagai coach mampu mengeksplore berbagai solusi optimal serta mengembangkan potensi yang dimilikinya. Tentunya hal ini akan berimbas akan menghasilkan keputusan yang berpihak pada murid  dengan tetap mengoptimalkan potensi yang ada pada diri peserta didik. 

 

 Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

 

Pada saat pengambilan keputusan dilakukan, seorang guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosional agar proses pengambilan keputusan dilakukan secara sadar penuh, sadar dengan  berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada. Ketika seorang guru telah menguasai pengetahuan dan keterampilan  serta sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional, maka di saat putusan diambil tujuan yang diharapkan adalah tujuan positif, putusan yang diambil juga bertanggung jawab. Kesadaran akan aspek sosial emosional di saat mengambl keputusan juga dapat menekan perilaku seorang pendidik terutama saat dihadapkan permasalahan yang mengandung dilema etika. Di saat guru dihadapkan pada kasus tertentu yang menuntutnya untuk memberi keputusan, mekanisme otak akan mengarahkan diri untuk berhenti, kemudian menarik nafas panjang, hingga memberikan waktu untuk memahami dengan baik kasus yang dihadapi. Guru juga akan mencari tau apa yang dirasakan murid dan mau mendengarkan denan penuh perhatian. Respon guru yang berkesadaran penuh ini lah yang akan mempengaruhi putusan yang diambil.

 

 

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Seorang pendidik dalam menjalankan perannya sering dihadapkan dalam situasi yang meragukan hingga menyebabkan timbulnya rasa takut untuk mengambil keputusan. Ketika seorang guru dihadapkan dalam dilema etika ataupun bujukan moral, maka prinsip dan paradigma yang tepat dapat membantunya untuk mengambil keputusan. Sedangkan dalam kasus moral, , nilai kebajikan yang tertanam dalam diri seorangg guru akan menjadi penentu putusan yang diambil. Pembahasan studi kasus yang fokus pada moral atau etika sebelum mengetahui tentang paradigma dilemma. prinsip resolusi dan 9 langkah pengambilan keputusan. pembahasan kasus lebih ditekannka pada nilai-nilai yang dianut oleh pendidik dengan pertimbangan lingkungan yang ada. selain itu pembahasan juga hanya berdasar itu isi dari keyakinan yang dianut

 

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat yang pertama melihat paradigma etika yang terdiri dari individu lawan masyarakat. rasa keadilan lawan rasa kasihan . kebenaran lawan kesetiaan dan jangka pendek  

Ke 2 prinsip resolusi yang terdiri dari berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berpasir peraturan, dan berpikir berbasis rasa peduli. Yang ke 3 : 9 langkah pengambilan keputusan yang terdiri dari 1 mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan 2 menentukan siapa yang terlibat 3 mengumpulkan data yang relevan 4 pengujian benar atau salah yang terdiri dari uji legal, uji regulasi atau profesionalitas , uji intuisi, uji halaman depan koran dan uji panutan atau tokoh idola. 5. Pengujian paradigm benar lawan benar, 6. Melakukan prinsip resolusi, 7 investigasi opsi terima 8 buat keputusan 9 lihat lagi keputusan dan refleksikan

 

  • Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Kesulitan-kesulitan yang ada di lingkungan ketika mengambil keputusan kasus dilema etik antara lain, nilai dan budaya masyarakat di lingkungan, paradigma berpikir serta memiliki skala prioritas karena dalam dilema etika semua adalah benar

  

  • Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

 

Pengambilan keputusan yang tepat Tentu saja akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif kondusif dan hal ini akan berimbas pada merdeka belajar ketika mampu memilah dan memilih hal yang baik dalam meningkatkan bakat dan potensi yang ada dalam dirinya

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

 

Keputusan yang diambil guru sebagai pembimbing pembelajaran tentu akan mempengaruhi kehidupan atau masa depan muridnya. Mengajarkan anak menghitung itu baik, tapi saat guru mengajarkan anak untuk mengerti apa yang berharga dan utama adalah yang terbaik. Mengajarkan berhitung memang memerlukan waktu, tapi mengajarkan mengerti yang utama dan berharga membutuhkan keteladanan, proses pembiasaan yang lama hingga nantinya akan menjadi budaya

 

  • Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Guru sebagai pengambil keputusan mempunyai peran yang utama dalam mengajar dan mendidik anak terutama dari budi pekertinya. budaya positif yang tumbuh di sekolah kompetensi sosial emosional yang matang, tentu saja mendukung guru dalam mengambil keputusan di sekolah ditambah dengan penerapan pembelajaran terintegrasi pembelajaran diferensiasi membuat guru bisa mengoptimalkan kemampuan murid melalui proses coaching yang tepat


Top of Form

Bottom of Form

 


Rabu, 01 Desember 2021

Membuat Kesepakatan Kelas - Budaya Positif

Salam Sehat dan Bahagia bagi kita semua…

Mengapa keyakinan kelas, mengapa tidak peraturan kelas saja? Pertanyaan berikut adalah, “Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan helm pada saat mengendarai kendaraan roda dua/motor?” Kemungkinan jawaban Anda adalah untuk ‘keselamatan’. Pertanyaan berikut adalah, “Mengapa kita memiliki peraturan tentang penggunaan masker dan mencuci tangan setiap saat?” Mungkin jawaban Anda adalah “untuk kesehatan dan/atau keselamatan”. Nilai-nilai keselamatan atau kesehatan inilah yang kita sebut sebagai suatu ‘keyakinan’, yaitu nilai-nilai kebajikan atau prinsip-prinsip universal yang disepakati bersama secara universal, lepas dari latar belakang suku, negara, bahasa maupun agama. Menurut Gossen (1998), suatu keyakinan akan lebih memotivasi seseorang dari dalam, atau memotivasi secara intrinsik. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinannya, daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan. Murid-murid pun demikian, mereka perlu mendengarkan dan mendalami tentang suatu keyakinan, daripada hanya mendengarkan peraturan-peraturan yang mengatur mereka harus berlaku begini atau begitu. Pembentukan Keyakinan Kelas:
• Keyakinan kelas bersifat lebih ‘abstrak’ daripada peraturan, yang lebih rincidan konkrit. 
• Keyakinan kelas berupa pernyataan-pernyataan universal. 
• Pernyataan keyakinan kelas senantiasa dibuat dalam bentuk positif. 
• Keyakinan kelas hendaknya tidak terlalu banyak, sehingga mudah diingat dan dipahami oleh semua warga kelas. 
• Keyakinan kelas sebaiknya sesuatu yang dapat diterapkan di lingkungan tersebut.  
• Semua warga kelas hendaknya ikut berkontribusi dalam pembuatan keyakinan kelas lewat kegiatan curah pendapat. 
• Bersedia meninjau kembali keyakinan kelas dari waktu ke waktu.

Kesepakatan kelas berisi beberapa aturan untuk membantu guru dan murid bekerja bersama membentuk kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kesepakatan kelas tidak hanya berisi harapan guru terhadap murid, tapi juga harapan murid terhadap guru. Kesepakatan disusun dan dikembangkan bersama-sama antara guru dan murid.Kesepakatan yang disusun sebaiknya mudah dipahami dan dapat langsung dilakukan. Oleh karena itu,dalam kesepakatan kelas gunakan kalimat positif sebab lebih mudah dipahami murid dibandingkan kalimat negatif
 
Adapun kesepakatan yang saya lakukan di kelas digambarkan dari foto berikut :









Dari proses keyakinan kelas yang telah dilakukan saya mendapatkan pelajaran bahwa keyakinan kelas sangat bermanfaat dalam :
  • Menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid
  • Memunculkan keterlibatan murid dalam menentukan kelas yang diimpikan sehingga murid lebih bertanggung jawab akan keputusan yang mereka buat bersama-sama
  • Menumbuhkan komunikasi efektif antara murid dan guru





Sabtu, 13 November 2021

1.4.a.10.2 Aksi Nyata - Budaya Positif - Forum Berbagi Aksi Nyata

Salam Sehat dan Bahagia bagi kita semua…

Tetap semangat belajar, belajar, dan belajar….

Setiap teori akan lebih berdampak jika memang kita aplikasikan langsung.
Begitu pula dalam Pendidikan Guru Penggerak, aksi nyata diperlukan untuk melihat praktik langsung dari teori yang sudah di dapatkan. Dengan dilakukannya aksi nyata kita akan mendapatkan feedback yang lebih akurat.

Saya akan berbagi tentang aksi nyata yang telah dan tetap dalam proses perbaikan dari Modul 1 yaitu Paradigma dan Visi Guru Penggerak. Disini saya masih dalam proses belajar dan belajar, pasti masih banyak kekurangannya. Saran dan kritik yang membangun sangat saya perlukan untuk perbaikan ke depannya.

Semoga dapat menjadi inspirasi dan bermanfaat bagi kita semua….

Terima Kasih….




Minggu, 24 Oktober 2021

Modul 2.1. Mulai dari Diri


Program Pendidikan Guru Penggerak

Mayank Sari Fitricia
CGP Angkatan 3 Kabupaten Batu Bara

____________________________________________

Modul 2.1. Mulai dari Diri 

Pertanyaan reflektif terkait Pembelajaran Berdiferensiasi

Question #1

1

Response is required
Response is required

Saya adalah guru SD yang pasti memiliki murid yang beragam di dalam kelas. Kurang lebih 20 orang murid yang saya hadapi setiap harinya di kelas. Mereka berasal dari agama yang berbeda, suku, dan latar belakang keluarga yang berbeda pula. Selain itu kemampuan mereka juga berbeda, minat dan bakat juga berbeda, Semua keberagaman ini harus bisa disatukan di dalam kelas, sehingga saya sering mengingatkan mereka akan semboyan Bhineka Tunggal Ika.  

 

Banyak pengalaman saya dalam melakukan proses pembelajaran di dalam kelas dengan keberagaman tersebut. Saya pernah memiliki anak inklusif di kelas, sehingga saya perlu memutar otak untuk memberikan pembelajaran yang objektif untuk setiap murid saya. Belum lagi minat dan mood murid saya yang berbeda beda, membuat murid saya senang belajar matematika yang sangat tidak disukainya, atau merayu murid untuk berani tampil ke depan. Apalagi jika saya dihadapkan dengan murid yang berada dikelas rendah.


Question #2

2

Response is required
Response is required

Awalnya saya sama sekali tidak mengetahui tentang pembelajaran berdiferensiasi, namun saya sempat membaca sekilas di media internet bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodasi dari semua perbedaan murid, terbuka untuk semua dan memberikan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh setiap individu


Question #3

3

Response is required
Response is required

Minggu, 28 Juni 2020

Contoh Kegiatan Montessori

Ini ya bunda contoh hasil kegiatan Montessori anak usia 5 tahun.  Alhamdulillah anak senang ibu tenang.. 

Mewarnai dengan menggunakan kuas, pewarna makanan,  dan print-nan gambar. 



Anak dapat belajar menggunakan warna dan pencampurannya.  Melatih konsentrasi dalam menggunakan kuas.  Melatih ketrampilan dalam pemilihan warna. Belajar menggunting.  Dan ketrampilan dalam membuat wayangnya.  Setelah itu dapat dimainkan dengan berceria tentang gambar tersebut. 

Sisa catnya bisa dibuat seperti ini juga y bunda... 


Selamat mencoba..  ☺🤗




Kamis, 25 Juni 2020

Metode Montessori



Menurut wikipedia, Metode Montessori adalah suatu metode pendidikan untuk anak-anak, berdasar pada teori perkembangan anak dari Dr. Maria Montessori, seorang pendidik dari Italia di akhir abad 19 dan awal abad 20. Metode ini diterapkan terutama di pra-sekolah dan sekolah dasar, walaupun ada juga penerapannya sampai jenjang pendidikan menengah.

Ciri dari metode ini adalah penekanan pada aktivitas pengarahan diri pada anak dan pengamatan klinis dari guru (sering disebut "direktur" atau "pembimbing"). Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian dari lingkungan belajar anak dengan tingkat perkembangannya, dan peran aktivitas fisik dalam menyerap konsep akademis dan keterampilan praktik. Ciri lainnya adalah adanya penggunaan peralatan otodidak (koreksi diri) untuk memperkenalkan berbagai konsep.

Maria Montessori merupakan dokter perempuan pertama di Italia pad awal abad ke-20. Dikutip dari mother.ly, ia menggunakan pengalamannya sebagai ilmuwan dan dokter untuk mengobservasi anak-anak dan mendesain sekolah yang sesuai dengan bawaannya. Misal, bila anak-anak suka bergerak, kenapa tak membuat suasana kelas yang membebaskan mereka bergerak? Ada sejumlah hal menarik yang ditawarkan oleh metode Montessori ini. Berikut lima prinsip utamanya yang perlu kita ketahui.

1. Menekankan proses belajar eksperiensial

2. Peran guru membantu menyediakan alat untuk belajar

3. Lingkungan belajar perlu didesain khusus (prepared environment)

4. Anak dibimbing belajar langsung one-on-one lesson

5. Penekanan pada peace education

Peace education dapat diartikan sebagai model pendidikan yang membantu anak untuk memiliki kemampuan mengatasi konflik dan masalahnya sendiri tanpa kekerasan dan dengan cara yang kreatif

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Metode_Montessori

__________________________________________

Pada era serba digital dan canggih ini banyak sekali diantara kita sebagai orangtua yg telalu dini mengenalkan adroid/hp kepada anak. Termasuk saya.  Awalnya kita mengira kepandaian anak menggunakan Hp merupakan suatu kebanggaan.  Namun ketika anak sudah kecanduan malah menjadi masalah sendiri bagi kita.  

Nah,  untuk itu saya mencoba untuk berbagi cerita.  Sulit memang untuk melepas suatu kebiasaan/kecanduan. Namun memang terkadang kita harus memaksa,  biarlah menangis.  Karena itu lebih baik. Salah satu cara adalah memberikan kegiatan/kesibukan lain bagi si anak. Salah satu yg saya rekomendasikan adalah menggunakan Metode Montessori.  Silahkan dilihat di google tentang contoh kegiatan montessori yg dapat dilakukan anak.  Apalagi pada masa pandemi ini,  waktu anak dirumah sangat banyak.  Pasti mereka membutuhkan kegiatan yg banyak juga. 

Sebenarnya kalau kita pelajari anak itu simple.  Mereka hanya perlu bermain dan bermain.  Dengan bermain dan beraktivitas tumbuh kembang mereka akan optimal.  Tinggal kita sebagai orangtuanya memilih permainan dan aktivitas apa yg baik dan cocok untuk anak kita. 

Ini ada ppt tentang apa itu metode Montessori yg didapat dari grup Whatshap. 

https://s.docworkspace.com/d/AGxDdNnM_5pMgo27wo6nFA


Semoga dapat dimanfaatkan sebaik baiknya y bunda...  🤗


Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif

Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...