Dalam
suasana yang penuh semangat, pembelajaran dimulai dengan memperkenalkan topik
yang menarik, yaitu membuat patung dari tepung. Wajah-wajah para siswa bersinar
dengan rasa ingin tahu yang tinggi, mereka sepertinya sangat antusias untuk
mengeksplorasi ketrampilan baru ini.
Pembelajaran dimulai dengan menjelaskan langkah-langkah dasar dalam pembuatan patung dari tepung. Saya memaparkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti tepung terigu, air, dan pewarna makanan yang sebelumnya sudah diumumkan untuk dibawa dari rumah. Anak-anak mendengarkan dengan seksama, mencatat instruksi yang diberikan.
Setelah penjelasan selesai, saatnya untuk beraksi. Setiap siswa diberi bahan-bahan yang sama untuk membuat adonan tepung. Saya dengan cermat mendampingi mereka, memberikan panduan dan tips saat mereka mulai menggabungkan bahan-bahan tersebut. Ruang kelas terasa riuh dengan tawa dan semangat anak-anak yang saling membantu.
Ketika adonan telah siap, Saya memberi petunjuk lebih lanjut tentang bagaimana membentuk adonan menjadi berbagai bentuk patung. Beberapa siswa memilih membuat makanan, sementara yang lain lebih suka membuat bunga. Ada juga yang ingin membuat asbak rokok.
Waktu berjalan dengan cepat saat para siswa fokus pada pekerjaan mereka. Tangan-tangan kreatif mereka membentuk adonan menjadi karya seni yang unik. Saya melihat mereka saling membantu, berdiskusi, dan tertawa bersama saat mengatasi tantangan dalam pembuatan patung.
Setelah semua patung selesai dibuat dan dihias, kelas berubah menjadi semacam galeri seni sementara. Para siswa dengan bangga menampilkan karya mereka, menjelaskan inspirasi di balik setiap patung kepada teman-teman mereka.
Pada akhirnya, pelajaran tentang membuat patung dari tepung ini tidak hanya mengajarkan ketrampilan seni yang baru, tetapi juga nilai-nilai tentang kerjasama, kreativitas, dan apresiasi terhadap seni yang dihasilkan. Para siswa meninggalkan kelas dengan rasa bangga dan semangat untuk terus mengeksplorasi dunia seni dalam segala bentuknya.
Setelah dinilai, produk yang mereka buat dikembalikan. Dan mereka dapat bereksperimen kembali dengan merubah-ubah bentuknya. Sangkin asyiknya, jam istirahat mereka kembali mengekplorasi plastisin tepung tesebut... :-)
____________________________________
Terima kasih, semoga bermanfaat....































Tidak ada komentar:
Posting Komentar