Kamis, 31 Agustus 2023

Membangun Ketrampilan dan Kreativitas Melalui Patung Tepung di Kelas 6



Assalamu'alaikum...
Salam sehat dan bahagia untuk kita semua.... 
Kali ini saya akan berbagi tentang kegiatan pembelajaran yang saya lakukan di Kelas 6, yaitu dalam meteri pelajaran SBdP 
Kompetensi Dasar Pengetahuan : Memahami patung
Kompetensi Dasar Ketrampilan : Membuat patung
_________________________________

Dalam suasana yang penuh semangat, pembelajaran dimulai dengan memperkenalkan topik yang menarik, yaitu membuat patung dari tepung. Wajah-wajah para siswa bersinar dengan rasa ingin tahu yang tinggi, mereka sepertinya sangat antusias untuk mengeksplorasi ketrampilan baru ini.

Pembelajaran dimulai dengan menjelaskan langkah-langkah dasar dalam pembuatan patung dari tepung. Saya memaparkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti tepung terigu, air, dan pewarna makanan yang sebelumnya sudah diumumkan untuk dibawa dari rumah. Anak-anak mendengarkan dengan seksama, mencatat instruksi yang diberikan.

Setelah penjelasan selesai, saatnya untuk beraksi. Setiap siswa diberi bahan-bahan yang sama untuk membuat adonan tepung. Saya dengan cermat mendampingi mereka, memberikan panduan dan tips saat mereka mulai menggabungkan bahan-bahan tersebut. Ruang kelas terasa riuh dengan tawa dan semangat anak-anak yang saling membantu.

Ketika adonan telah siap, Saya memberi petunjuk lebih lanjut tentang bagaimana membentuk adonan menjadi berbagai bentuk patung. Beberapa siswa memilih membuat makanan, sementara yang lain lebih suka membuat bunga. Ada juga yang ingin membuat asbak rokok.

Waktu berjalan dengan cepat saat para siswa fokus pada pekerjaan mereka. Tangan-tangan kreatif mereka membentuk adonan menjadi karya seni yang unik. Saya melihat mereka saling membantu, berdiskusi, dan tertawa bersama saat mengatasi tantangan dalam pembuatan patung.

Setelah semua patung selesai dibuat dan dihias, kelas berubah menjadi semacam galeri seni sementara. Para siswa dengan bangga menampilkan karya mereka, menjelaskan inspirasi di balik setiap patung kepada teman-teman mereka.

Pada akhirnya, pelajaran tentang membuat patung dari tepung ini tidak hanya mengajarkan ketrampilan seni yang baru, tetapi juga nilai-nilai tentang kerjasama, kreativitas, dan apresiasi terhadap seni yang dihasilkan. Para siswa meninggalkan kelas dengan rasa bangga dan semangat untuk terus mengeksplorasi dunia seni dalam segala bentuknya. 

Setelah dinilai, produk yang mereka buat dikembalikan. Dan mereka dapat bereksperimen kembali dengan merubah-ubah bentuknya. Sangkin asyiknya, jam istirahat mereka kembali mengekplorasi plastisin tepung tesebut... :-)

____________________________________
Terima kasih, semoga bermanfaat.... 








Hasil karya 






Bereksplorasi kembali di jam istirahat.. :-)
 

Jumat, 20 Januari 2023

Engklek Cerita

Salam berbagi....

Engklek adalah permainan tradisional yang dari dulu sampai sekarang masih menjadi kegemaran, tak luput juga dengan anak sekolah dasar khususnya di kelas saya. 

Memadukan literasi dengan permainan yang disenangi oleh siswa merupakan cara yang saya lakukan untuk meningkatkan motivasi membaca peserta didik saya. 

Sebelumnya guru menyiapkan lembar gambar-gambar hewan. Kali ini sesuai dengan tema yang juga sedang dipelajari siswa yaitu tentang cerita fabel. 

Cara permainannya, gambar yang sudah di print diletakkan di setiap kotak pada engklek. Siswa melakukan suit terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang main dahulu. Setelah itu siswa secara bergantian untuk melemparkan gacok pada engklek tersebut sesuai yang diinginkan. Lalu siswa akan bermain engklek sampai tempat yang dia dapatkan. Lalu bercerita sesama dengan gambar yang di dapatnya setelah itu kembali lagi. Siswa yang sudah selesai memilih temannya untuk melakukan permainan selanjutnya.


















Rabu, 18 Januari 2023

Bintang Perkalian

Salam berbagi....

Pada umumnya pada tingkat sekolah dasar para anak didik sudah mengenal perkalian dari kelas satu, namun faktanya sampai kelas 4 pun masih banyak yang belum mampu untuk menghafal perkalian dengan lancar. Sebenarnya wajib menghafal perkalian adalah sebagai pendukung untuk bisa menyelesaikan kompetensi pelajaran selanjutnya. Tergantung bagaimana cara kita sebagai guru agar siswa dapat mengingat perkalian tanpa memaksa mereka untuk menghafal mati perkalian tersebut. 

Yang kita ketahui bahwa setiap anak memiliki gaya belajarnya masing-masing. Ada yang gaya belajar dengan melihat, mendengarkan, atau bergerak. Nah, ketiga hal itulah yang saya coba terapkan di dalam kelas. 

1. Setiap pagi anak-anak akan bersama-sama untuk mengucapkan perkalian secara lantang. 

2. Menyediakan tabel perkalian di meja belajar masing-masing anak dan di depan kelas

3. Membuat bintang Perkalian.

Bintang Perkalian merupakan cara yang dilakukan untuk memotivasi anak untuk melihat pencapaian perkalian yang sudah dihafalnya, sekaligus memotivasi anak untuk saling berlomba mendapatkan bintang. Waktu untuk menyetor perkalian adalah setiap hari Sabtu. Anak diberikan waktu untuk menghafal perkalian di depan kelas, jika sudah lancar akan diberikan bintang yang anak mereka tempel sendiri di tempat yang sudah disediakan. 

Sejauh ini, cara yang saya lakukan telah menambah ingatan mereka untuk perkalian. Saya beranggapan bahwa kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang akan menempel lebih kuat di dalam ingatan dengan sendirinya tanpa kita paksakan. 




Sabtu, 06 Agustus 2022

Cap Jempol Kesepakatan Kelas

Pada artikel sebelumnya saya pernah menuliskan tentang Kesepakatan Kelas dan aksi nyata yang sudah dilakukan di kelas 4. (https://mayanksarifitricia30.blogspot.com/2021/12/membuat-kesepakatan-kelas-budaya-positif.html). 

Untuk kelas 4 tahun ajaran ini saya juga tetap membuat kesepakatan kelas dengan cara yang sama pula. 

Minggu pertama sekolah adalah moment yang paling tepat untuk membuat kesepakatan kelas. 

Masih dengan cara yang sama yang pernah dituliskan pada artikel sebelumnya yaitu :

  1. Anak-anak dijelaskan dahulu makna dari kesepakatan kelas
  2. Setiap anak menuliskan satu kesepakatan kelas di kertas yang sudah disediakan
  3. Guru membacakan dan menuliskannya di papan tulis.
  4. Guru menyederhanakan kalimat yang dituliskan siswa dengan kata-kata yang bersifat umum. Menggunakan kalimat positif yang tidak terlalu panjang.
  5. Hasil dari kesepakatan yang dibuat ditempelkan di depan kelas.
Untuk tahun ini yang agak berbeda dari tahun sebelumnya adalah anak-anak saya ajak untuk membuat cap jempol sebagai tanda sahnya kesepakatan yang telah dibuat. Awalnya mau membuatnya dengan tanda tangan, hanya saja karena banyak yang belum bisa jadi saya ganti dengan cap jempol. Setelah ketua kelas membacakan secara lantang dan diikuti semua siswa kesepatakan kelas itu pun disahkan dan mulai berlaku. Saya berharap dengan hal tersebut anak-anak lebih merasakan adanya Kesepakatan Kelas itu, sehingga bukan hanya menjadi tempelan dinding kelas semata. Sesekali perlu diulang kembali dibacakan, untuk mengingatkan kembali.



Jangan pesimis ketika kebermanfaatan penanaman budaya positif yang telah kita lakukan belum terasa maksimal hasilnya. Karena butuh proses yang yang panjang untuk merubah habit seseorang. Teringat kata instruktur ketika di PPGP, beliau mengatakan perlu 4 tahun lamanya merubah satu sekolah untuk menerapkan budaya positif. Jadi mulailah dari hal yang kecil, dan dari sekarang. Secuil hal positif yang kita lakukan pasti akan ada manfaatnya, kalau bukan hari ini, esok, atau lusa.

(Maaf untuk foto kurang lengkap, sempat kelupaan ambil foto ketika moment siswa menuliskan kesepakatan di kelas) 

Kliping Jenis-Jenis Daun

Tidak hanya manusia, daun juga mempunyai tulang. Pada pembelajaran kali ini anak kelas 4 akan mengamati langsung bentuk tulang pada daun. Sebelumnya guru sudah menjelaskan tentang 4 jenis daun berdasarkan tulangnya, daun menyirip, daun menjari, daun melengkung, dan daun sejajar. Masing-masing anak sudah membawa beberapa daun untuk dikelompokkan. 

Untuk tugas kali ini anak-anak sekaligus diperkenalkan dengan pembuatan kliping sederhana, karena ini adalah yang pertama kalinya peran guru sangat dibutuhkan untuk menuntun mereka. Jadi untuk covernya masih dibantu oleh guru ya...





Dari kegiatan pembelajaran kali ini tidak hanya materi IPAS dan pembuatan kliping yang di dapat, tapi juga tentang gotong royong, kreatif, dan bernalar kristis. Ada kerja sama dengan sesama tim, saling belajar untuk mengidentifikasi jenis daun. Berpikir kritis dalam menalar jenis daun apakah yang di bawa nya, dan kreatif tentang bagaimana kliping ini akan terlihat bagus dan rapi. 

_______________________________

Membiarkan anak untuk merdeka dalam belajar memang tidak mudah, karena mungkin pikiran kita masih cenderung suka dengan pembelajaran yang tenang di dalam kelas. Begitu juga dengan anak didik yang mungkin agak over dalam melaksanakan kegiatan yang kita lakukan. Tetap refleksi diri apa yang sudah baik dan apa yang harus diperbaiki. Karena guru harus tetap belajar walau sudah mengajar. 


#merdekabelajar

#merdekamengajar

#kurikulummerdeka

Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif

Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...