Rabu, 14 Agustus 2024

ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE)

ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) adalah berbagai jenis permainan yang dirancang untuk membantu anak-anak belajar sambil bermain. Tujuan utamanya adalah untuk mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan motorik anak-anak melalui aktivitas yang menyenangkan dan interaktif.

APE biasanya melibatkan berbagai alat dan materi yang bisa mencakup:

  1. Puzzle: Membantu dalam pengembangan keterampilan pemecahan masalah dan koordinasi mata-tangan.
  2. Permainan Kartu dan Board Games: Mengajarkan konsep dasar matematika, strategi, dan keterampilan sosial.
  3. Mainan Kreatif: Seperti blok bangunan dan alat seni, yang mendukung kreativitas dan imajinasi.
  4. Permainan Fisik: Seperti bola dan peralatan olahraga mini, untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar.
  5. Alat Peraga Pendidikan: Seperti abacus, papan huruf, dan angka, yang mendukung pembelajaran konsep-konsep dasar.

Dengan menggunakan APE, anak-anak dapat belajar berbagai keterampilan penting dalam suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan.

Contoh media APE 

KOTAK SITAKA PUBATA (Simpul Tali Angka dan Puzzle Bangun Datar) adalah media APE yang berisi 2 permainan, permainan mengenal huruf dengan menggunakan tali dan puzzle bangun datar

MOSUKA (Mobil Suku Kata) adalah Media pembelajaran berupa Alat Permainan Edukatif (APE) untuk membantu anak dalam belajar membaca suku kata. Media ini juga dilengkapi dengan permainan bola gelinding.






 

Minggu, 31 Maret 2024

CERITA ANAK : PESAWAT KERTAS AJAIB


Buku ini merupakan hasil produk dari mengikuti Pelatihan CTA KOMED Pusat 2023 berupa karya Buku Cerita Anak Dengan Teknologi AI yang diselenggarakan pada bulan September - Oktober 2023.

Paket lengkap, belajar nyusun cerita sampai mendesain ilustrasi gambar. Sempat bingung mau ambil cerita tentang apa, akhirnya memilih mengenalkan pesona yang ada di Kabupaten Batu Bara.

Yang mau kasih saran dan pendapat boleh ya teman-teman, khususnya para suhu yang sudah biasa menulis.




Wayang Rumah Ibadah dan Wayang Pengamalan Pancasila


Assalamu'alaikum sobat pembaca online.

Kali ini saya mau berbagi tentang media pembelajaran sederhana yang pernah saya gunakan ketika saya mengajar di kelas 4. Tetapi media ini bisa digunakan juga dari kelas 1 sampai kelas 6 ya. Karena materi tentang tempat ibadah dan pengalaman Pancasila dipelajari disemua jenjang kelas d SD. 

Media ini hanya terbuat dari gambar yang ditempel diatas kardus, lalu dikasih lidi/bambu kecil sebagai tangkainya. Bapak ibu guru bisa menggunakannya dengan cara bercerita, berdongeng, ataupun tanya jawab. Media ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak didik kita yang gaya belajarnya audio, visual, ataupun kinestetik. Jadi all in one ya... :-)

Semangat berkreasi Bapak/Ibu semua...  






Rabu, 24 Januari 2024

Jemuran SDA (Sumber Daya Alam)

 


Jemuran SDA adalah media pembelajaran yang mengajak anak-anak untuk dapat memberdakan Sumber Daya Alam yang dapat diperbaharui dan  Sumber Daya Alam yang tidak dapat diperbaharui. Alat dan bahan yang digunakan cukup sederhana, hanya menggunakan karton, gambar, dan juga paper klip. 
Setelah dibuat judul dan dibuat garis berlubang siswa secara bergiliran menempatkan potongan gambar sesuai dengan pengklasifikasiannya. 

Setelah menggunakan media ini, murid saya menjadi lebih bersemangat dan lebih memahami materi tentang penggolongan Sumber Daya Alam. Hasil yang telah dibuat dapat di tempelkan di dinding kelas sebagai media literasi. 

Selasa, 23 Januari 2024

SONIKARTA (Media Proses Suara dapat di Dengar)


SONIKARTA (Media Proses Suara dapat di Dengar) adalah media yang digunakan untuk menjelaskan tentang proses masukkanya suara hingga dapat didengar. 

Cara Pembuatan

Bahan : 

  • Karton: Pilih karton yang cukup tebal untuk membuat dasar SONIKARTA.
  • Gambar Telinga: Gambar telinga manusia sebagai representasi organ pendengaran.
  • Pensil, Penggaris, dan Gunting: Untuk merencanakan dan memotong karton
Cara Pembuatan :
  • Siapkan semua bahan yang diperlukan.
  • Gunakan karton sebagai dasar SONIKARTA. Tentukan ukuran dan bentuk yang diinginkan.
  • Gunting karton sesuai dengan ukuran yang diinginkan
  • Tempelkan gambar telinga di bagian atas karton, sesuai dengan posisi yang diinginkan.
  • Pastikan gambar telinga menunjukkan struktur anatomi telinga manusia dengan jelas.
  • Tambahkan label pada bagian-bagian SONIKARTA untuk memberikan penjelasan singkat tentang fungsi masing-masing elemen.
  • Ini bisa berupa kata-kata atau panah yang menunjukkan arah perjalanan suara.
  • untuk suara dibuat sepert wayang, sehingga bisa digerak-gerakkan. 

Cara Penggunaan

  1. Persiapan:

    • Pastikan SONIKARTA sudah dalam kondisi yang baik dan tidak rusak.
    • Letakkan SONIKARTA di tempat yang mudah terlihat oleh audiens.
  2. Penjelasan Awal:

    • Jelaskan bahwa SONIKARTA adalah media yang digunakan untuk menjelaskan proses masuknya suara hingga dapat didengar.
    • Berikan gambaran umum tentang bagian-bagian SONIKARTA, seperti telinga dan perekam suara.
  3. Demonstrasi Gerakan:

    • Jelaskan bahwa elemen suara pada SONIKARTA dapat digerakkan seperti wayang.
    • Contoh gerakan dapat mencakup perjalanan gelombang suara dari telinga ke perekam suara.

  4. Langkah-langkah Penggunaan: a. Mulai dari Telinga:

    • Tunjukkan bagian telinga pada SONIKARTA.
    • Jelaskan bahwa suara pertama kali masuk melalui telinga.

    b. Perjalanan Suara:

    • Gerakkan elemen gambar atau simbol yang melambangkan suara dari telinga ke arah perekam suara.
    • Jelaskan bahwa suara mengikuti jalur ini untuk dapat didengar.

    c. Perekam Suara:

    • Fokuskan perhatian pada bagian perekam suara.
    • Jelaskan bahwa suara akhirnya direkam di sini dan dapat didengar.
  5. d. Ulangi Penjelasan:

    • Ulangi langkah-langkah di atas untuk memastikan pemahaman audiens.
    • Berikan penekanan pada hubungan antara telinga, perjalanan suara, dan perekam suara.
  6. e. Ajak Interaksi:

    • Libatkan audiens dengan mengajak pertanyaan atau meminta mereka untuk menggerakkan elemen-elemen SONIKARTA.
    • Pastikan audiens dapat mengikuti penjelasan dengan melihat pergerakan elemen.
  7. f. Diskusi Lanjutan:

    • Buka sesi diskusi untuk pertanyaan atau tanggapan dari audiens.
    • Jelaskan lebih lanjut tentang fungsi-fungsi khusus pada SONIKARTA jika diperlukan.
  8. g. Penutup:

    • Akhiri sesi dengan merangkum poin-poin utama.
    • Ajak audiens untuk mengamati SONIKARTA lebih lanjut setelah sesi berakhir.

Dengan menggunakan pendekatan interaktif dan demonstratif, penggunaan SONIKARTA dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi audiens. Pastikan untuk memastikan keterlibatan mereka dalam sesi penjelasan.

Sabtu, 20 Januari 2024

MEDIA KOPACE (Kotak Panggung Cerita)


Media pembelajaran yang saya beri nama (Kotak Panggung Cerita) ini adalah media sederhana yang terbuat dari kardus bekas yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terbentuk seperti panggung pertunjukan.

Adapun langkah-langkah dalam perencanaan pembuatan Media KOPACE adalah : 
  1. Menganalisis kebutuhan, minat, dan cakupan materi. Dilakukan dengan cara melakukan observasi terhadap hal yang disukai oleh murid. 

  2. Mendesain media pembelajaran yang akan dibuat

  3. Menyiapkan alat dan bahan

  4. Membuat media pembelajaran KOPACE

  5. Menggunakan media KOPACE di dalam proses pembelajaran di kelas


Sedangkan langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran dengan media KOPACE adalah sebagai berikut :

1)      Mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kelas

2)   Berbaris di depan kelas, mengingatkan siswa agar tetap mematuhi protocol kesehatan dengan yel-yel cegah corona

3)     Masuk ke dalam kelas lalu mengisi absen

4)     Pembelajaran diawali dengan doa

5)    Menciptakan suasana yang menyenangkan dan motivasi dengan yel-yel kelas, yang terdiri dari “tepuk semangat”, “yel anak kelas 4”, “tepuk PPK dan salam PPK”.

6)   Menggunakan media KOPACE dalam pembelajaran, pada materi memahami unsur intrinsik dari cerita fabel (dongeng hewan).

7)   Siswa mencoba bercerita dengan menggunakan KOPACE

8)  Siswa mengerjakan tugas berupa menuliskan unsur intrinsik yang ada pada cerita fabel tersebut dalam bentuk peta konsep model pohon, dan menempelkannya di Pojok Batas (Pojok Baca dan Kreativitas).

9)   Siswa merefleksikan diri setelah pembelajaran selesai dengan menggunakan media “Perasaanku Hari ini”


        Setelah melakukan pembelajaran dengan medai KOPACE ini selain menambah rasa percaya diri murid, juga meningkatkan motivasi murid dalam berliterasi. 

Kamis, 31 Agustus 2023

Membangun Ketrampilan dan Kreativitas Melalui Patung Tepung di Kelas 6



Assalamu'alaikum...
Salam sehat dan bahagia untuk kita semua.... 
Kali ini saya akan berbagi tentang kegiatan pembelajaran yang saya lakukan di Kelas 6, yaitu dalam meteri pelajaran SBdP 
Kompetensi Dasar Pengetahuan : Memahami patung
Kompetensi Dasar Ketrampilan : Membuat patung
_________________________________

Dalam suasana yang penuh semangat, pembelajaran dimulai dengan memperkenalkan topik yang menarik, yaitu membuat patung dari tepung. Wajah-wajah para siswa bersinar dengan rasa ingin tahu yang tinggi, mereka sepertinya sangat antusias untuk mengeksplorasi ketrampilan baru ini.

Pembelajaran dimulai dengan menjelaskan langkah-langkah dasar dalam pembuatan patung dari tepung. Saya memaparkan bahan-bahan yang diperlukan, seperti tepung terigu, air, dan pewarna makanan yang sebelumnya sudah diumumkan untuk dibawa dari rumah. Anak-anak mendengarkan dengan seksama, mencatat instruksi yang diberikan.

Setelah penjelasan selesai, saatnya untuk beraksi. Setiap siswa diberi bahan-bahan yang sama untuk membuat adonan tepung. Saya dengan cermat mendampingi mereka, memberikan panduan dan tips saat mereka mulai menggabungkan bahan-bahan tersebut. Ruang kelas terasa riuh dengan tawa dan semangat anak-anak yang saling membantu.

Ketika adonan telah siap, Saya memberi petunjuk lebih lanjut tentang bagaimana membentuk adonan menjadi berbagai bentuk patung. Beberapa siswa memilih membuat makanan, sementara yang lain lebih suka membuat bunga. Ada juga yang ingin membuat asbak rokok.

Waktu berjalan dengan cepat saat para siswa fokus pada pekerjaan mereka. Tangan-tangan kreatif mereka membentuk adonan menjadi karya seni yang unik. Saya melihat mereka saling membantu, berdiskusi, dan tertawa bersama saat mengatasi tantangan dalam pembuatan patung.

Setelah semua patung selesai dibuat dan dihias, kelas berubah menjadi semacam galeri seni sementara. Para siswa dengan bangga menampilkan karya mereka, menjelaskan inspirasi di balik setiap patung kepada teman-teman mereka.

Pada akhirnya, pelajaran tentang membuat patung dari tepung ini tidak hanya mengajarkan ketrampilan seni yang baru, tetapi juga nilai-nilai tentang kerjasama, kreativitas, dan apresiasi terhadap seni yang dihasilkan. Para siswa meninggalkan kelas dengan rasa bangga dan semangat untuk terus mengeksplorasi dunia seni dalam segala bentuknya. 

Setelah dinilai, produk yang mereka buat dikembalikan. Dan mereka dapat bereksperimen kembali dengan merubah-ubah bentuknya. Sangkin asyiknya, jam istirahat mereka kembali mengekplorasi plastisin tepung tesebut... :-)

____________________________________
Terima kasih, semoga bermanfaat.... 








Hasil karya 






Bereksplorasi kembali di jam istirahat.. :-)
 

Belajar Kubus dan Balok Jadi Seru! Siswa Kelas VI Eksplorasi Bangun Ruang dengan Cara Kreatif

Pembelajaran Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok – Kelas VI Materi Konstruksi dan Visualisasi Kubus dan Balok merupakan salah satu ma...